EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat signifikan pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Pukul 09.57 WIB, IHSG tercatat di level 5780,563 atau naik 85,447 poin, setara 1,50 persen.

Data RTI Business menunjukkan IHSG dibuka di 5709,842 dan langsung menguat. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5784,086 dan terendah 5704,499.

Penguatan IHSG ditopang mayoritas saham. Sebanyak 408 saham menguat, 179 saham melemah, dan 168 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 6,548 miliar saham dengan nilai turnover Rp3,515 triliun dan frekuensi 464,750 kali. Kapitalisasi pasar IHSG berada di Rp10.153,721 triliun.

 

Meski IHSG hari ini melenting, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai penguatan ini masih bersifat rebound teknikal. Dalam risetnya, Head of Research Rully Arya Wisnubroto menyebut IHSG naik 0,9% ke 5.695 pada pembukaan 2H26, memutus tren pelemahan tiga hari. Namun bukti untuk rebound Juli yang berkelanjutan masih terbatas.

Mirae Asset menyorot rilis data makro yang negatif. Inflasi Juni-26 naik 0,4% MoM, melampaui ekspektasi, didorong BBM dan harga pangan. Neraca perdagangan Mei-26 juga berbalik defisit USD1,6 miliar untuk pertama kali dalam 73 bulan, karena impor migas tinggi dan ekspor CPO serta baja melemah.

"Lanskap makro saat ini menunjukkan ruang kenaikan pasar saham masih terbatas, sementara risiko pada pasar valas dan suku bunga cenderung mengarah naik," tulis Rully.

Karena itu, Mirae Asset mempertahankan sikap hati-hati. Strateginya fokus ke saham domestik yang lebih resilien dan tidak menyarankan reposisi agresif ke arah risk on dalam jangka dekat.

Senior Analyst Mirae Asset, Muhammad Nafan Aji menyebut IHSG "Bounce without conviction" dengan Support di 5.568 dan 5.438. Resistance terdekat di 5.848 dan 5.972.

Investor asing tercatat net sell Rp577,68 miliar. Saham top buy asing di antaranya BBCA, BRPT, DSSA, CUAN, RAJA. Top sell yakni, BBRI, BMRI, TPIA, BBNI, MAPI.