IHSG Lanjut Menguat, Pantau Saham BREN hingga SSMS

Ilustrasi perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com - Bursa Wallstreet menyudahi perdagangan Rabu, 26 Juni 2024 menguat. Itu didorong lompatan sagam Teknologi Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar mencermati komentar pejabat The Fed mengenai sinyal arah suku bunga AS, dan menanti data-data ekonomi AS rilis pekan ini.
Bursa saham Asia ditutup kompak menguat prospek ekspor China yang diproyeksi meningkat 4,3 persen di atas ekspektasi konsensus 2,8 persen menjadi katalis positif bagi indeks Regional.
Harga minyak mentah ditutup mixed kekhawatiran gangguan pasokan akibat meningkatnya tensi konflik Timur Tengah dan masih lemahnya permintaan minyak dunia membayangi pergerakan harga minyak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (26/6). Penopang indeks AMMN surplus 5,3 persen, TPIA melejit 1,7 persen, dan BREN surplus 1,0 persen. Asing mencatat nett sell Rp313 miliar.
“Diperkirakan hari ini Kamis (27/6) IHSG berpotensi menguat dengan range 6.800-7.000 sektoral dapat diperhatikan metal mining, palm oil, renewable energy, dan retail,” kata Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
BREN dalam fase Riding namun berpotensi terjadi koreksi minor. Area beli terbaik pada range 9500-10000. Stoploss jika Closing di bawah level 9000.
MAPA terbentuk Long White Candle berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 750-850. Stoploss jika closing dibawah level 650.
SSMS terbentuk Throwback berpotensi terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 1000-1050. Stoploss apabila berhasil tembus 950.
TINS terbentuk Cup & Handle berpotensi melanjutkan penguatan. Area jual terbaik 850-900. Stoploss jika Closing di bawah level 780.
ARKO berhasil mematahkan Downtrend Channel berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 900-1000. Stoploss jika Closing di bawah level 800.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal