IHSG Masih Volatil 3 Bulan Ke Depan, Mengapa?
:
0
IHSG Masih Volatil 3 Bulan Ke Depan, Mengapa? Foto: IDX
EmitenNews.com - Dalam tiga bulan ke depan, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dengan arus dana asing cenderung mixed-to-negative.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata bahkan menyatakan, hal tersebut dapat memburuk apabila The Fed kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin sehingga suku bunga acuan AS berada di kisaran 4%-4,25%, sementara US10Y bertahan di atas 5% dan dolar AS menguat.
Sebaliknya, apabila data inflasi dan pasar tenaga kerja AS mulai melunak, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat menurun dan berpotensi memperbaiki aliran dana ke pasar negara berkembang.
The Fed sendiri masih membuka ruang untuk kenaikan lanjutan. Dalam proyeksi September, mayoritas pejabat The Fed memperkirakan masih ada satu kenaikan suku bunga pada 2026.
Sementara dari sisi domestik, skenario dasar Kiwoom adalah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dengan bias hawkish.
Namun, apabila rupiah menembus Rp17.700-Rp18.000 per dolar AS disertai peningkatan outflow, peluang kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6% akan semakin terbuka.
"BI Rate yang ditahan mendukung growth dan kredit, sementara hike membantu stabilisasi rupiah dan carry SBN tetapi sekaligus menaikkan cost of capital," ujarnya.
Dari sisi indeks, area 6.400-6.370 menjadi level yang perlu diperhatikan. Selama area tersebut bertahan, koreksi IHSG dinilai masih relatif terkendali.
Namun, apabila IHSG menembus level tersebut disertai peningkatan foreign sell, risiko koreksi lanjutan terbuka menuju area 6.280-6.180.
"IHSG masih cukup aman selama area 6.400-6.370 bertahan. Kalau breakdown disertai foreign sell membesar, risiko bisa lanjut ke 6.280-6.180. Saya juga lebih pantau rupiah dan SUN10Y sebagai early warning,” ungkap Liza.
Related News
DPR Kaji Batas Defisit APBN lebih 3 Persen, Simak Implikasinya
Usai Proyek LNG, RI Jajaki Bangun Pabrik Pulp di Kanada
Wanti-Wanti Rebalancing FTSE, Analis Cermati Saham Ini
Proyeksi IHSG Optimis, Pertanda Balik ke 6.500?
IHSG Kamis Melesat ke 6.462,43, AMMN dan INCO Top Losers LQ45
Gagal ke 6.500, Bursa Siang (17/9) Berujung Mendarat ke 6.436





