EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi. Meski begitu, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,40% ke level 6.462,43.

Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan bahwa secara teknikal, IHSG masih berada di fase konsolidasi setelah breakdown rising wedge dan MA20 6.551.

Menurutnya, momentum pembalikan belum sepenuhnya pulih, sebab IHSG harus menembus terlebih dahulu level 6.585.

“Selama belum mampu reclaim 6.585, IHSG berpotensi kembali menguji 6.390 sebagai support terdekat, dengan 6.220 sebagai support berikutnya. Sebaliknya, jika mampu kembali menembus 6.585, peluang rebound menuju 6.705 terbuka,” kata Reza.

Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan sentimen untuk perdagangan Jumat (18/9) cenderung positif, ditopang net foreign buy di perdagangan sebelumnya sebesar Rp152,69 miliar.

Menurut Nafan, para pelaku investor mulai dapat mencerna serta merespons kepastian arah kebijakan moneter The Fed. 

Setelah The Fed menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00%, reaksi awal market sempat dipenuhi kekhawatiran akibat sinyal ketat atau hawkish dan retorika Ketua Fed Kevin Warsh yang menegaskan tingginya inflasi. 

“Namun, ketidakpastian tersebut memudar sebab para pelaku pasar menilai tindakan tegas The Fed justru membangun kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara drastis, sehingga mendorong market euphoria,” ujarnya.

Nafan memproyeksikan perdagangan Jumat (18/9), bergerak di rentang support 6.371 dan 6.290, dengan resistance di 6.566 dan 6.636.