EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini ditutup melemah 16,80 poin atau 0,25% ke level 6.619,67. Saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo (big caps) kompak melemah dan menyeret IHSG jatuh ke zona merah pada perdagangan Senin (7/9/2026).

IHSG awalnya dibuka menguat ke 6.652,09 dan sempat mencapai level tertinggi harian di 6.667,75. Sayang penguatan tak lama bertahan, indeks komposit masuk zona merah jelang akhir perdagangan sesi pagi dan menyentuh level terendah 6.6`0,96.

Pelemahan indeks komposit dipicu penurunan harga mayoritas saham yaitu sebanyak 332 saham, lebih banyak dibanding yang menguat 281 saham. Sedangkan, 179 saham lainnya stagnan.

Total volume perdagangan saham sebanyak 36,99 miliar saham, frekuensi 2,14 juta kali, dan total nilai transaksi Rp13,70 triliun.

Saham-saham big banks hari ini kompak melemah dipimpin Bank Central Asia (BBCA) yang turun 1,12% ke Rp6.625, dan diikuti Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 0,76% ke Rp3.910, Bank Mandiri (BMRI) melemah 0,68% ke Rp4.390, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) merosot 0,59% ke Rp3.370 per saham.

Bumi Resources (BUMI) menjadi penggerak utama transaksi senilai Rp1,3 triliun. Harga sahamnya bergerak atraktif dan menguat 4,76% ke Rp220 usai mengumumkan finalisasi perusahaan tambang Australia Loyal Metals Ltd, senilai Rp1,004 triliun.

Sementara itu, nilai transaksi tiga saham big banks yang memerah tepat berada di belakang BUMI. Mereka yaitu BBRI Rp472,8 miliar, BBCA Rp432,8 miliar, dan BMRI Rp416,8 miliar.

Top Gainers dan Losers LQ45

Tak hanya top value transaksi hari ini, saham BUMI menempati urutan teratas saham LQ45 dengan kenaikan tertinggi (top gainers). Menyusul, AKR Corporindo (AKRA) yang menguat 4,69% ke Rp1.450, dan Bukit Asam (PTBA) naik 4,51% ke Rp3.010 per saham.

Di lain sisi, saham LQ45 yang mencatat penurunan terdalam (top losers) yaitu Essa Industries (ESSA) turun 2,84% ke Rp685, Mitra Adiperkasa (MAPI) melemah 2,46% ke Rp1.390, dan Vale Indonesia (INCO) merosot 2,02% ke Rp4.860 per saham.