EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas, pergerakan IHSG masih dibayangi aksi ambil untung (profit taking) di tengah kondisi teknikal yang mulai jenuh beli (overbought).

IHSG tercatat ditutup turun 0,03 persen ke level 7.621,38. Secara teknikal, pergerakan indeks diperkirakan masih cenderung bergerak terbatas atau sideways di rentang 7.550 hingga 7.700. Sedangkan level support berada di kisaran 7.550, dan resistance berada di area 7.700.

Phintraco Sekuritas menilai, sentimen global masih relatif positif seiring harapan adanya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan konflik sejaligus menekan harga minyak mentah. Meski begitu, kondisi teknikal yang sudah berada di area overbought mendorong pelaku pasar melakukan aksi ambil untung.

Senada, MNC Sekuritas juga menyebut pelemahan IHSG masih disertai tekanan jual. Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada fase koreksi, dengan potensi penguatan terbatas ke rentang 7.786 hingga 7.843 untuk menguji area resistance. Adapun area koreksi terdekat diperkirakan berada di kisaran 7.453 hingga 7.575.

Dari sisi nilai tukar, rupiah ditutup menguat tipis 0,02% ke level Rp17.136 per dolar AS. Penguatan ini ditopang pergerakan mata uang kawasan yang cenderung menguat, meski tekanan eksternal masih membayangi..

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan potensi kekurangan pasokan minyak mentah global pada 2026, meskipun konflik AS-Iran mereda. IMF juga mengingatkan pemerintah berhati-hati dalam menyalurkan subsidi energi agar tidak membebani keuangan publik.

Di sisi lain, International Energy Agency (IEA) memperkirakan pasokan minyak global akan turun menjadi 10,1 juta barel per hari, meski diikuti dengan penurunan permintaan secara signifikan.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas mencermati sejumlah saham pilihan, di antaranya ICBP, INTP, MYOR, EMTK, dan NCKL.

Sementara itu, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham dengan strategi buy on weakness, seperti BBKP dengan target harga 69–71, BRMS di kisaran 940–1.025, CPIN sebesar 4.520–4.690, serta PSAB dengan target 600–635. (*)