IHSG Naik 0,40 Persen di Sesi I, Sempat Tembus Level 7.000
:
0
Screen perdagangan saham di BEI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini Kamis (10/7) menguat 27,38 poin atau 0,40% ke level 6.931,77.
IHSG bergerak dari batas bawah di level 6.943 hingga batas atas pada level 7.011 setelah dibuka pada level 6.943 pagi ini.
Penguatan IHSG di sesi siang hari ini didorong naiknya Delapan indeks sektor. Sedangkan tiga indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor properti yang naik 1,08%, sektor barang baku naik 1,08% dan sektor infrastruktur naik 0,94%.
Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor perindustrian yang turun 0,19%, sektor teknologi turun 0,17% dan sektor transportasi turun 0,15%.
Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 9,96 miliar saham dengan nilai Rp 5,38 triliun. Sebanyak 309 saham naik, 221 saham turun dan 250 saham stagnan.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya CUAN sebesar Rp800 menjadi Rp13.500 per lembar dan MKPI sebesar Rp550 menjadi Rp22.950 per lembar serta DSSA sebesar Rp375 menjadi Rp57.075 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya MFIN sebesar Rp290 menjadi Rp1.665 per lembar dan AMMN sebesar Rp275 menjadi Rp8.475 per lembar serta MLPT sebesar Rp200 menjadi Rp31.775 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya IOTF sebanyak 46.273 kali senilai Rp138,9 miliar kemudian MBMA sebanyak 24.126 kali senilai Rp232,05 miliar dan MERI sebanyak 23.006 kali senilai Rp22,6 miliar.
Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah, Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (5,39%), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) (4,08%) dan Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) (3,52%)
Related News
IHSG Sesi I (24/9) Ditutup Terjun 1 Persen Lebih ke Dasar Level 6.300
Kembali Terkoreksi, IHSG Dibuka Drop 0,67 Persen ke 6.331
Ikuti Wall Street, IHSG Tertekan
Efek BI Rate, IHSG Terjang Level 6.400
AS Buka Kuota Impor Gula, Cermati Efeknya ke Sektor Mamin
Usai RDG Bank Indonesia, Ini Proyeksi IHSG





