EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Kamis (25/6) pagi. Berdasarkan data RTI Business pukul 09.02 WIB, IHSG naik 21,033 poin atau 0,36% ke level 5.904,915.

IHSG dibuka di posisi 5.873,070 dan sempat menyentuh level terendah 5.864,004 sebelum melesat ke level tertinggi hingga capai 1 persen kenaikan di 5.941,569 pada 17 menit usai dibuka.

Frekuensi perdagangan tercatat 74.800 kali transaksi dengan volume 930,158 juta saham senilai Rp595,893 miliar. Sebanyak 234 saham menguat, 177 saham melemah, dan 203 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pagi ini di Rp10.361,009 triliun.

Penguatan pagi ini terjadi setelah IHSG kemarin melemah tajam 3,6% ke 5.883,9. Menurut riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada 25 Juni 2026, tekanan kemarin dipimpin koreksi bank besar BBCA, BBRI, dan BMRI di tengah kekhawatiran pasar atas risiko penurunan status Indonesia menjadi Frontier Market.

Rupiah juga kembali mendekati area Rp18.000 per USD, tercatat di Rp17.943/USD. Mirae menilai faktor penentu agar Indonesia tetap di kategori Emerging Market adalah implementasi reformasi aksesibilitas pasar dan transparansi kepemilikan yang nyata, luas, dan konsisten.

"Selama reformasi ini berjalan efektif, dasar bagi downgrade ke Frontier Market menjadi jauh lebih lemah," tulis Head of Research Rully Arya Wisnubroto.

Mirae menyarankan investor institusi menghindari panic selling dan melakukan reposisi portofolio secara lebih selektif dan disiplin terhadap risiko. Penerapan tactical allocation antara ekuitas dan fixed income/cash juga disarankan.

Dari sisi asing, kemarin tercatat net sell Rp1,17 triliun. Saham yang paling banyak dilepas asing: BBRI, TPIA, AMMN, BMRI, BUMI. Sementara top buy asing: BREN, ANTM, INDF, INCO, UNVR.

Secara teknikal, Analis Mirae Muhammad Nafan Aji menyebut koreksi IHSG kemarin just a normal correction. Level support IHSG berada di 5.848 dan 5.723, sedangkan resistance di 5.972 dan 6.127.

Untuk saham pilihan, Mirae melihat ASII pullback dengan TP1 4.890 dan TP2 5.225, JPFA pullback TP1 1.985 dan TP2 2.150, serta KLBF escalating potential TP1 785, TP2 820, TP3 885.