IHSG Rawan Koreksi, Cek AUTO, BBRI, CMRY, dan MDKA
:
0
Papan perdagangan yang ada di gedung BEI, Jakarta. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,17 persen ke level 7.634 pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Meski menguat, pergerakan indeks masih dibayangi tekanan jual.
Secara mingguan, IHSG tercatat naik 2,35 persen dengan dukungan peningkatan volume pembelian. Namun demikian, pergerakan indeks masih belum mampu menembus garis rata-rata pergerakan (MA60) pada timeframe mingguan.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG diperkirakan berada di akhir fase wave [iv] atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B. Kondisi ini membuka peluang koreksi dalam jangka pendek.
Area koreksi terdekat diperkirakan berada pada rentang 7.245 hingga 7.575, sekaligus untuk menutup sejumlah gap yang masih terbuka. Adapun level support berada di 7.488 dan 7.351, sementara resistance di 7.700 dan 7.861.
Beriringan dengan proyeksi tersebut, pelaku pasar disarankan mencermati sejumlah saham yang berpotensi mengalami penguatan lanjutan dengan strategi buy on weakness.
Seperti, saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) terkoreksi 0,37 persen ke level 2.720 dan masih berada dalam tekanan jual. Secara teknikal, AUTO diperkirakan berada pada bagian wave iii dari wave (b) dari wave [v], dengan area buy on weakness di rentang 2.630–2.720, target harga 2.790 hingga 2.920, serta stoploss di bawah 2.540.
Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 0,59 persen ke level 3.430 dengan dukungan volume pembelian, meskipun mulai melandai. BBRI diperkirakan berada pada bagian wave (b) dari wave [b], dengan area buy on weakness di 3.280–3.400, target harga 3.510 hingga 3.610, serta stoploss di bawah 3.260.
Sementara itu, saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) menguat 2,42 persen ke level 4.650 dan didukung peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, CMRY diperkirakan berada pada wave C dari wave (4), dengan area buy on weakness di 4.520–4.640, target harga 4.790 hingga 4.880, serta stoploss di bawah 4.400.
Adapun saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menguat 1,51 persen ke level 3.370 dengan dukungan volume pembelian. Posisi MDKA diperkirakan berada pada wave [c] dari wave 2 atau wave B, dengan area buy on weakness di 3.230–3.310, target harga 3.470 hingga 3.590, serta stoploss di bawah 3.100.
Senior Technical Analyst, M Nafan Aji Gusta, memperkirakan, IHSG bergerak terbatas dalam jangka pendek seiring kondisi teknikal yang telah memasuki area jenuh beli atau overbought.
Ia juga menuturkan, saat ini IHSG memiliki level support di kisaran 7.590 dan 7.482, sementara resistance berada di level 7.779 hingga 7.847. Kondisi ini mencerminkan potensi kenaikan yang mulai terbatas di tengah tekanan pasar.
Secara teknikal, lanjut Nafan, indikator Stochastic K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif. Namun demikian, volume perdagangan yang terus menurun menjadi sinyal bahwa penguatan IHSG mulai kehilangan tenaga.
Di satu sisi, bursa Amerika Serikat (Wall Street) ditutup dengan penguatan signifikan, di antaranya Dow Jones (DJI) melonjak 1,79 persen, disusul S&P500 1,20 persen, dan Nasdaq 1,52 persen. Optimisme pasar AS ini turut didukung penurunan indeks volatilitas (VIX) 2,56 persen, menandakan kekhawatiran investor mereda.
Namun, aura positif dari Negeri Paman Sam itu tidak merata ke wilayah Asia. Indeks Nikkei Jepang mencatatkan penurunan tajam 1,75 persen, diikuti KOSPI Korea Selatan 0,55 persen, dan Hang Seng Hong Kong 0,89 persen.
"Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid dengan saham bervaluasi murah. Selain itu, fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen resiko dengan disiplin," tutup Nafan. (*)
Related News
Setahun Sedot 55 Miliar Liter Air, Industri AMDK Diminta Jaga Kendali
IHSG Pagi Terkerek 0,46 Persen ke 7.669, Tekanan Rupiah Bayangi Market
Jangan Lewatkan, Ada Green Sukuk Dalam Lelang SBSN Besok
Investor Waswas, IHSG Cenderung Koreksi
IHSG Sepekan Naik 2,35 Persen, Cermati Proyeksi Gerak Lanjutan
IHSG Gaspol! IPOT Rekomendasikan Sejumlah Saham Ini





