IHSG Rontok ke 4.904, 624 Saham Anjlok, TMPO Malah Naik Paling Tinggi
:
0
Ilustrasi penurunan indeks harga saham gabungan atau IHSG (Dok. EmitenNews)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 192,54 poin atau 3,78% ke level 4.904,28 pada penutupan perdagangan Selasa (3/11/2026). Indeks awalnya dibuka menguat namun setelah mencapai level tertinggi intraday 5.143,58 langsung luruh hingga tembus posisi terendah 4.895,59.
Berdasarkan data RTI Business, hanya 57 saham yang menguat dan 624 saham lainnya anjlok. Sebanyak 37 saham lainnya stagnan.
Volume perdagangan diramaikan 26,88 miliar saham dengan frekuensi 1,38 juta kali dan total nilai transaksi Rp11,60 triliun. Seiring itu, nilai kapitalisasi pasar (market cap) turun ke Rp8.674,29 triliun.
Saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo (big banks) menjadi sasaran utama aksi jual. Empat big banks dengan transaksi paling besar mencatat penurunan harga. BBCA merosot 2,8% menjadi Rp4.840 dan nilai transaksinya tercatat paling tinggi yaitu Rp1,3 triliun.
BBRI menyusul dengan nilai transaksi terbesar selanjutnya Rp857,8 miliar dan harga sahamnya merosot 5,67% ke Rp2.660, disusul BMRI senilai Rp782,4 triliun dan harga anjlok 2,97% ke Rp2.660. BBNI turut menjadi sasaran jual dengan nilai transaksi total Rp185,8 miliar dan harga melemah 2,74% menjadi Rp3.200 per saham.
Selain saham big banks, saham big caps lain yang mencatat transaksi besar harga anjlok adalah TLKM, ANTM, BUMI, ASII, dan AMMN.
Sementara itu, di tengah penurunan indeks hari ini, saham TMPO mencatat kenaikan tertinggi (top gainer) 34,48% ke Rp234, diikuti AIMS naik 24,49% ke Rp605, dan BSWD menguat 19,81% menjadi Rp9.675 per saham.
Saham-saham yang mencatat penurunan harga terdalam (top loser) antara lain yaitu PACK anjlok 9,94% ke Rp308, ANTM merosot 6,98% ke Rp2.400, dan DMAS turun 6,98% ke Rp160 per saham.
Related News
IHSG Mendadak Jebol ke 4.910 Dekati 3,6% Penurunan, Ada Apa?
Jeda Siang, IHSG Sesi I (3/11) Berbalik Arah dan Anjlok 2,62% ke 4.963
Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Naik 0,62% ke Level 5.128
Produksi Jagung Anjlok, Emiten Pakan Perlu Waspada
Wall Street Jeblok, IHSG Lanjut Menguat
Pertamina Buka Kanal Pengumpulan Jelantah untuk Bahan Bakar





