EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tipis 0,79% ke level 5.096,83 pada perdagangan kemarin, Senin (2/11/2026).

Penguatan tersebut beriringan dengan mulai diterapkannya kebijakan saham HSC tak dihitung dalam IHSG.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta juga menilai kebijakan bursa yang resmi mengecualikan 81 saham HSC dari perhitungan IHSG per 2 November, serta didukung Komite HSC baru berdampak positif pada tingkat akurasi IHSG.

“Agar lebih mencerminkan real free float, sekaligus menaikkan bobot relatif saham blue chip perbankan sebagai penggerak indeks utama,” kata Nafan kepada EmitenNews, Senin (2/11).

Senada, Founder Republik Investor Hendra Wardana juga menilai kebijakan tersebut dapat meningkatkan kualitas dan representasi indeks. Sebab, selama ini kapitalisasi pasar suatu saham belum tentu mencerminkan nilai saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan publik apabila kepemilikannya terlalu terkonsentrasi.

“Kebijakan ini diharapkan membuat IHSG lebih representatif terhadap saham dengan tingkat investabilitas dan free float yang memadai. Namun, pengecualian dari perhitungan indeks bukan berarti saham tersebut otomatis dihapus dari bursa atau dilarang diperdagangkan,” ujar Hendra.

Ia juga mengapresiasi pembentukan Komite HSC yang melibatkan unsur SRO, akademisi, dan praktisi. Meski demikian, keberhasilan komite tidak diukur dari jumlah atau latar belakang anggotanya, melainkan independensi, kewenangan, transparansi metodologi, dan konsistensi tindak lanjutnya. 

“Regulator harus berani membuka hasil evaluasi dan mengambil tindakan apabila ditemukan praktik yang merusak integritas pasar. Jangan sampai kebijakan HSC hanya menjadi respons administratif untuk memenuhi tuntutan MSCI tanpa perubahan nyata dalam kualitas pengawasan,” tambah Hendra.

Proyeksi IHSG Selasa (3/11/2026)

Untuk perdagangan Selasa (3/11), Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan rentang support 4.969 dan 4.907, serta resistance di 5.181 dan 5.246.