PEFINDO Semat Peringkat idA Prospek Stabil untuk Pratama
:
0
Foto: Tender Indonesia
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) merilis penetapan peringkat idA dengan prospek stabil untuk PT Pratama Mitra Sejati pada Senin (2/11). Penetapan peringkat tersebut mencerminkan kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari Grup Pertamina, diversifikasi bisnis yang baik, serta tingkat margin laba yang stabil.
Meskipun demikian, PEFINDO mencatat bahwa posisi peringkat perusahaan penyedia jasa ini dibatasi oleh kenaikan tingkat utang serta sensitivitas terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
Analis PEFINDO menjelaskan mekanisme perubahan peringkat tersebut dalam laporan resmi ikhtisar peringkat. "Peringkat dapat dinaikkan jika PT Pratama Mitra Sejati secara signifikan meningkatkan profil keuangannya melalui deleveraging, sebagaimana dibuktikan oleh penurunan tingkat utang yang berkelanjutan dan perbaikan metrik leverage," tulis PEFINDO dalam rilisnya pada Senin (2/11).
Kenaikan peringkat juga dapat dipertimbangkan jika perusahaan yang akrab disapa Pratama tersebut berhasil memperkuat posisi bisnis atau meningkatkan pangsa pasar captive terhadap grup Pertamina. Hal tersebut harus ditunjukkan melalui pencapaian pendapatan dan EBITDA yang konsisten melebihi target.
Sebaliknya, PEFINDO memberikan peringatan bahwa peringkat dapat diturunkan jika kinerja bisnis perusahaan memburuk atau perlindungan arus kas mengalami pelemahan akibat penurunan margin yang signifikan. Penurunan peringkat juga berpotensi terjadi apabila investasi yang didanai utang tercatat lebih tinggi dari proyeksi awal, atau jika muncul indikasi kuat melemahnya dukungan dari induk perusahaan.
Pratama yang didirikan sejak tahun 1990 bergerak di bidang usaha penyewaan gedung dan kendaraan. Dalam menjalankan roda operasionalnya di Indonesia, perusahaan didukung oleh delapan jaringan kantor cabang yang tersebar di berbagai kota besar.
Per 30 Juni 2026, komposisi pemegang saham PT Pratama Mitra Sejati terdiri dari PT Tugu Pratama Interindo sebesar 99,99 persen dengan pemilik akhir PT Pertamina (Persero), serta PT Koperasi Tugu yang memegang sisa 0,01 persen saham. Keberadaan lini bisnis sewa kendaraan dan properti perkantoran ini sekaligus memperkuat ekosistem rantai pasok jasa pendukung sektor energi dan korporasi di dalam negeri.(*)
Related News
Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Naik 0,62% ke Level 5.128
Produksi Jagung Anjlok, Emiten Pakan Perlu Waspada
Wall Street Jeblok, IHSG Lanjut Menguat
Pertamina Buka Kanal Pengumpulan Jelantah untuk Bahan Bakar
IHSG Siap Jebol Level 5.200
IHSG Terangkat Pasca Saham HSC Keluar? Pantau Proyeksi Hari Ini





