EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melesat 107,46 poin atau 1,68% ke level 6.501,58 pada akhir perdagangan Kamis (20/8/2026). Transaki didominasi saham tambang hingga perbankan besar.

IHSG sudah langsung menguat ke 6.447,25 saat pembukaan perdagangan pagi dan sempat tembus level tertinggi intraday di 6.514,67.

Aksi beli mendominasi tercermin dari penguatan harga 452 saham. Saham yang melemah 190, dan 150 saham lainnya stagnan.

Volume transaksi tinggi yaitu sebanyak 78,68 miliar saham dengan frekuensi 2,29 juta kali, dan total nilai perdagangan Rp15,8 triliun.

Saham tambang market cap besar yaitu Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatat transaksi tertinggi Rp716,6 miliar, harganya menguat 7,97% ke Rp4.470.

Berikutnya adalah Bumi Resources (BUMI) Rp666,3 miliar dan harga naik 4,4% ke Rp190 dan Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp564,5 miliar harga menguat 9,6 persen ke Rp685 per saham.

Selain saham tambang, saham bank big caps ikut meramaikan transaksi. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp488,4 miliar harga naik 1,95% ke Rp3.140, Bank Central Asia (BBCA) Rp431,2 miliar harga naik 1,59% ke Rp6.400, Bank Mandiri (BMRI) Rp310,5 miliar harga menguat 0,24% ke Rp4.150, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp120,7 miliar harga naik 0,84% ke Rp3.590 per saham.

Di jajaran 45 saham terlikuid, hanya ada 4 saham yang melemah, 2 stagnan (GOTO dan ADRO), dan seluruh sisanya mencatat kenaikan harga.

Merdeka Battery Materials (MBMA) mencatat penguatan tertinggi (top gainer) sebesar 10,78% ke Rp4.470, disusul AMMN yang naik 7,97%, dan Hartadinata Abadi (HRTA) melesat 7,83% ke Rp2.340 per saham.

Sementara, saham-saham LQ45 dengan penurunan terdalam dicatatkan oleh Japfa Comfeed (JPFA) yang merosot 1,75% ke Rp2.250, XL Smart Telecom (EXCL) melemah 1,05% dan Indosat (ISAT) turun 0,36% ke Rp2.730 per saham.