IHSG Terjun Bebas 11,57% Dekati 5.100 Usai Pengumuman MSCI
:
0
IHSG terjun bebas 11 persen lebih ke 5.185 pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Emitennews/Wafi)
EmitenNews.com - Pernyataan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari pasar berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market) memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (16/10/2026) terjun bebas.
Pada penutupan perdagangan, indeks komposit tercatat anjlok 678,67 poin atau 11,57% ke 5.185,10 sekaligus parkir di level terendah intraday. Sebelumnya, indeks langsung turun dalam ke zona merah pada pembukaan perdagangan pagi di level 5.393 dan memicu otoritas bursa menerapkan trading halt.
Sebanyak 775 saham mencatat penurunan harga. Hanya ada 10 saham yang menguat dan 10 saham lagi stagnan.
Maraknya aksi jual memicu volume perdagangan mencapai 68,52 miliar saham dengan frekuensi transaksi 2,13 juta kali dan total nilai transaksi mencapai Rp31,84 triliun.
Saham-saham big banks menjadi penekan utama. Nilai transaksinya tinggi tapi harga sahamnya anjlok. BBCA mencatat transaksi terbesar dari seluruh saham yaitu Rp6,5 triliun, harga sahamnya rontok 14,81% ke Rp5.175, disusul BBRI yang senilai Rp3,2 triliun dan harga sahamnya anjlok 14,84% ke Rp2.640.
Setelah itu, BMRI yang mencatat transaksi Rp2,8 triliun harganya turun 14,82% ke Rp3.390 dan BBNI senilai Rp722,1 miliar harganya melorot 12,9% ke Rp2.970.
Seluruh anggota 45 saham paling likuid mencatat penurunan harga, dipimpin PGAS yang merosot 15% ke Rp1.190, HRTA anjlok 15% ke Rp1.615, dan ESSA turun 15% ke Rp476 per saham.
Dalam pengumuman yang dirilis pada Jumat (16/10/2026), MSCI menyampaikan bahwa usulan tersebut didasarkan pada kekhawatiran pelaku pasar mengenai kelayakan investasi di pasar saham Indonesia. Sejumlah hal yang menjadi sorotan meliputi transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi, serta bukti penegakan aturan di pasar saham domestik.
MSCI membagi pasar saham ke dalam empat kategori utama, yaitu Developed Market (DM), Emerging Market (EM), Frontier Market (FM), dan Standalone Market (SM).
Kategori Standalone Market diterapkan pada negara-negara yang memiliki hambatan signifikan bagi investor internasional sehingga tidak memenuhi persyaratan untuk masuk ke kategori Frontier Market. Karakteristiknya dapat mencakup pembatasan arus modal, kontrol devisa yang ketat, akses investor asing yang terbatas, serta kendala operasional lainnya.
Related News
Anomali, 10 Saham Menguat Kala IHSG Jebol 11,57 Persen
Konsultasi MSCI Dimulai, Rekam Jejak Hanya Peru & Nigeria yang Selamat
Istirahat Siang, IHSG Tengkurap -10,76% ke 5.233, Sentuh All-Time Low!
IHSG Ambruk 10 Persen Jelang Ulang Tahun Prabowo
3 Negara yang Dilempar MSCI dari Emerging Market ke Standalone Market
Baru Dibuka, IHSG Seketika Trading Halt 8% Usai Kronik MSCI





