EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis (19/2/2026), setelah sehari sebelumnya mencatat reli kuat pascalibur Imlek. Sepanjang perdagangan, indeks komposit bergerak fluktuatif di rentang 8.251 hingga 8.274, sebelum ditutup melemah ke level 8.274,08.

Koreksi IHSG kali ini tak lepas dari tekanan sejumlah indeks sektoral, terutama sektor teknologi yang mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,16%. Sektor keuangan turut menekan dengan koreksi 1,03%, disusul sektor properti dan real estate yang turun 0,70%.

Di sisi lain, penguatan beberapa sektor belum mampu menahan laju IHSG ke zona merah. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan lonjakan 2,85%, diikuti sektor transportasi yang naik 1,92% serta sektor energi yang menguat 0,82%.

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 53,30 miliar saham dengan frekuensi 3,33 juta kali dan nilai transaksi menembus Rp26,24 triliun. Tercatat sebanyak 326 saham menguat, 366 saham melemah, dan 127 saham stagnan.

Di jajaran saham penguat, ARKO melesat Rp1.500 ke level Rp9.000 per saham. AADI menguat Rp650 menjadi Rp9.550, sementara ADMF naik Rp500 ke posisi Rp8.850 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual menghantam saham-saham berkapitalisasi besar. DCII terjun Rp12.775 ke level Rp212.000 per saham. DSSA turun Rp2.700 menjadi Rp88.800, sedangkan UNIC melemah Rp1.650 ke posisi Rp11.650 per saham.

Dari sisi aktivitas, BUMI menjadi saham teraktif diperdagangkan dengan frekuensi 178.253 kali dan nilai transaksi Rp2,88 triliun. Disusul BIPI sebanyak 159.057 kali senilai Rp1,05 triliun dan INDS dengan 119.735 kali transaksi senilai Rp718 miliar.