IHSG Tumbang 2,27 Persen di Sesi I, Hampir Semua Sektor Berdarah-darah
:
0
Lantai perdagangan saham di BEI.
EmitenNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot tajam 2,27% atau 180,81 poin ke level 7.771,28 pada akhir perdagangan sesi I Jumat (29/8). IHSG sempat bergerak dari level tertinggi 7.952 hingga terendah 7.767 setelah dibuka di level 7.952 pagi tadi.
Tekanan jual melanda hampir seluruh sektor. Dari 11 indeks sektoral BEI, 10 kompak terbenam di zona merah. Sektor siklikal memimpin pelemahan dengan anjlok 4,69%, disusul infrastruktur 3,50%, barang baku 3,47%, properti 3,41%, energi 2,77%, keuangan 2,55%, teknologi 2,47%, transportasi 1,79%, kesehatan 1,76%, dan konsumen non-siklikal 1,70%.
Hanya sektor industri yang masih bertahan, menguat tipis 0,13%.
Adapun total volume transaksi tercatat mencapai 33,92 miliar saham dengan nilai Rp13,31 triliun. Rinciannya, 89 saham menguat, 662 saham tertekan, dan 49 stagnan.
Nasib saham unggulan pun tidak lebih baik. Dari 45 saham LQ45, tidak ada yang menguat pada sesi I hari ini. Hanya dua saham stagnan yakni PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), sementara 43 saham lainnya berguguran di zona merah.
Sektor industri yang menjadi satu-satunya penopang IHSG didukung oleh saham-saham berkapitalisasi kecil. Beberapa di antaranya, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) melesat 24,62%, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) naik 20,63%, PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) 18,42%, PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) 10%, dan PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) 10%.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya DSSA sebesar Rp1.225 menjadi Rp98.375 per lembar dan DUTI sebesar Rp850 menjadi Rp4.270 per lembar serta PGUN sebesar Rp610 menjadi Rp3.080 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya PANI sebesar Rp600 menjadi Rp14.575 per lembar dan SMAR sebesar Rp200 menjadi Rp1.675 serta RATU sebesar Rp450 menjadi Rp5.925 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya PSAB sebanyak 65.389 kali senilai Rp677,05 miliar kemudian ATLA sebanyak 56.743 kali senilai Rp158,7 miliar dan HUMI sebanyak 56.155 kali senilai Rp265,7 milia
Related News
Harga Emas Naik di Atas USD4.300 per Ons, Antam Turun Rp30.000
Dolar Menguat Pasca Keputusan Fed, Cermati Pergerakan Rupiah
Saham AS Melemah Karena Fed Masih Terbuka Naikkan Suku Bunga
Cicil KPR Rumah Subsidi 40 Tahun, Kata Menteri Ara Mudahkan Rakyat
Mentan Ungkap Masih Ada 130 Perusahaan Sawit Nakal, Cek Masalahnya
Pembangkit PLN Butuh 154 Juta Ton Batu Bara, Ternyata Masih Kurang





