IHSG Turun 1,10 Persen Teseret 7 Sektor di Penutupan Jumat (7/6)
Ilustrasi gambar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan pada perdagangan terakhir pekan ini. Pada Jumat (7/6), IHSG turun 1,10% atau 76,95 poin menjadi 6.897,95 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume transaksi bursa hari ini mencapai 12,7 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 8,3 triliun. Sebanyak 309 saham melemah, 232 saham menguat, dan 240 saham stagnan.
Penurunan ini dipicu oleh tujuh indeks sektoral yang bergerak ke zona merah. Sektor keuangan terjun 1,35%, diikuti oleh sektor teknologi yang tumbang 1,31%, dan sektor infrastruktur yang anjlok 1,12%.
Sektor perindustrian juga tergerus 0,62%, sementara sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,52% dan sektor barang baku terkoreksi 0,20%. Sektor barang konsumsi primer juga melemah sebesar 0,19%.
Meskipun IHSG turun, empat sektor berhasil menguat. Sektor kesehatan melesat 1,20%, diikuti oleh sektor transportasi dan logistik yang menanjak 0,60%, serta sektor properti dan real estat yang menguat 0,33%. Sektor energi juga menanjak tipis sebesar 0,01%.
Pada hari ini, saham-saham top gainers LQ45 adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan kenaikan 5,48%, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 3,51%, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menguat 3,40%.
Sementara itu, saham-saham top losers LQ45 terdiri dari PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang turun -6,30%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun -4,32%, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) turun -3,49%.
Related News
Aksi Borong Direksi! Saham SIDO Dibeli di Harga Rp515 per Lembar
WOMF Bagi Dividen Rp12,28 per Saham, Catat Tanggal Pentingnya!
Danantara Caplok PNM Investment Management, Nilai Transaksi Rp345M
RUPSLB TAYS Rombak Direksi dan Komisaris
Kinerja 2025 Solid, MTEL Siap Dukung Pemerataan Digitalisasi Nasional
Pendapatan Merosot, Laba CASA Terkoreksi 7,3 Persen di 2025





