IHSG Turun Gunung, Saham Teknologi dan Ritel Tertekan
:
0
Ilustrasi AI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI Business, IHSG tercatat berada di level 6.070,330 atau melemah 0,40% setara 24,610 poin, pada pantauan sekitar pukul 9.30, Jumat (22/5/2026).
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG dibuka di level 6.065,626 dan sempat bergerak menyentuh level tertinggi di 6.079,193. Namun tekanan jual membuat indeks sempat anjlok hingga ke titik terendah 5.966,860. Sebanyak 367 saham melemah, sementara 222 saham menguat dan 144 saham bergerak stagnan.
Volume perdagangan tercatat mencapai 8,101 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,484 triliun dari total 423.943 kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp10.538,505 triliun.
Seiring dengan amblesnya indeks, ini jajaran top losers pada perdagangan intraday pagi ini, saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) memimpin pelemahan setelah anjlok 13,29% ke level Rp274. Disusul PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang merosot 13,14% ke posisi Rp760.
Saham ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 12% ke level Rp396. Selain itu, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) turun 11,93% ke posisi Rp155 dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) melemah 10,97% menjadi Rp138.
Tekanan jual turut terjadi pada saham PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) yang terkoreksi 9,63% ke level Rp338.
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan. PT Green Power Group Tbk (LABA) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 18,18% ke level Rp104. Selanjutnya, PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) menguat 13,6% ke posisi Rp142 dan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik 12,2% ke level Rp64.
Saham energi terbarukan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turut menguat 10,91% ke level Rp6.100. Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melesat 10,6% ke posisi Rp6.750 dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) naik 8,08% ke level Rp7.025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menyebutkan pada perdagangan sebelumnya, asing dominan menjual saham-saham seperti ANTM, BBRI, BMRI, TLKM, dan DSSA.
Adapun pada perdagangan hari ini, Fanny mengatakan IHSG berpotensi short term teknikal rebound jika bertahan di area support 6000.
Related News
Lima Saham Kompak Masuk Radar UMA BEI, Ada RLCO dan PYFA
Usai 9 Hari Disuspensi, Saham CTTH Dibuka BEI Langsung ARB 9,9 Persen
Laba Drop 83 Persen, BIPI Berlumur Defisit USD192,83 Juta
LFLO Pastikan Bagi Dividen Tunai, Ini Besarannya
Melejit 43,84 Persen, April BTN Catat Laba Konsolidasi Rp1,45 Triliun
ASLC Jadwal Dividen Minimalis, Cum Date 29 Mei





