EmitenNews.com - Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi secara bersamaan. Harga kebutuhan hidup meningkat, pasar saham mengalami tekanan, nilai tukar rupiah berfluktuasi, dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global terus membayangi.

Di tengah kondisi tersebut, pertanyaan yang seharusnya kita ajukan bukanlah “investasi apa yang harus dipunya?” atau “kapan pasar akan pulih?”, melainkan:

“Seberapa kuat kondisi keuangan saya jika situasi memburuk?”

Sama seperti bank yang menjalani stress test untuk mengukur ketahanannya menghadapi krisis, setiap individu juga perlu melakukan stress test terhadap kondisi keuangannya sendiri.

Berikut 7 pertanyaan sederhana yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketahanan finansialmu.

Stress Test 1: Jika Kehilangan Penghasilan, Berapa Lama Bisa Bertahan?

Bayangkan sumber penghasilan utama berhenti saat ini juga.

Apakah dana darurat yang dimiliki cukup untuk membiayai kebutuhanmu dan keluarga selama tiga bulan? Enam bulan? Atau bahkan satu tahun?

Semakin lama kemampuan bertahan tanpa penghasilan, semakin kuat fondasi keuanganmu.

Stress Test 2: Berapa % Rasio Cicilanmu Sekarang?