Ikuti Wall Street, IHSG Loyo
:
0
Petugas kebersihan tampak menyisir teras bursa efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup melemah. Itu seiring kekhawatiran investor terhadap dampak negatif konflik militer Timur Tengah bagi ekonomi Amerika Serikat (AS). Apalagi, setelah harga minyak mentah jenis WTI naik signifikan 8,51 persen atau USD6,35 menjadi USD81,01 per barel.
Kenaikan itu, merupakan tertinggi sejak Mei 2020. Sejalan dengan WTI, harga minyak mentah jenis Brent juga naik 4,93 persen atau USD4,01 menjadi USD85,41 per barel. Kenaikan harga minyak cukup signifikan tersebut dipicu Iran telah menyerang kapal pengangkut minyak milik Amerika Serikat (AS) menggunakan misil di teluk persia bagian utara.
Sementara itu, dalam pernyataan terbaru menteri luar negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan Iran tidak akan mengajukan gencatan senjata dengan Amerika-Israel, dan tidak ada alasan membuat harus bernegosiasi. Pernyataan tersebut mengindikasikan konflik Timur Tengah masih jauh dari kata selesai.
Pelemahan indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan harga komoditas energi seperti minyak mentah, batu bara, dan gas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.625-7.540, dan resistance 7.795-7.880. Berdasar itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyerap saham AKRA, BMRI, PGAS, INDY, MDKA, dan ASII. (*)
Related News
CEO Pasardana Nilai 48 Emiten Resilien, Sabet EmitenNews Award 2026
Satu Dekade Berdikari, EmitenNews Beri Awards bagi Perusahaan Terbuka
Triv Premiere, Cuan ala Master Gema dan Gabriel Rey
IHSG Berbalik Menguat 1,56%, Big Banks Kinclong, CPIN Top Loser LQ45
Uang Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah, Ini Penjelasan Bank Indonesia
Bursa Siang Rebound (23/9) IHSG Balik Meluncur ke Atas 6.300





