Imbas Tensi Timur Tengah, Rupiah Melemah Bersama Uang Regional
:
0
Mata uang rupiah dan dolar Singapura. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (22/10/2026). Berdasarkan konversi real-time data Google Finance per pukul 10:10 WIB, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp18.044,7 per dolar AS.
Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sebesar 22,7 poin atau sekitar 0,13 persen dibandingkan tingkat penutupan pasar spot pada Rabu (21/10/2026) sore yang berada di level Rp18.022 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang dirilis pada sesi sebelumnya berada di level Rp17.986 per dolar AS.
Pelemahan mata uang Garuda pada pagi ini terjadi secara beriringan dengan tren pergerakan sebagian besar mata uang regional kawasan Asia Pasifik. Peso Filipina dan baht Thailand juga tercatat tertekan terhadap greenback. Sebaliknya, mata uang utama lainnya seperti yen Jepang, ringgit Malaysia, dan yuan China cenderung bergerak bervariasi dengan penguatan tipis di pasar spot.
Pergerakan nilai tukar rupiah ini utamanya dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah terjadinya serangan pada fasilitas minyak Saudi Aramco. Kejadian tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah global yang mendekati USD98 per barel, sehingga memicu kekhawatiran terkait potensi peningkatan inflasi energi global dan mendorong arus modal mencari aset aman (safe haven).
Dari sisi domestik, pergerakan rupiah terpengaruh oleh kehati-hatian investor setelah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI-Rate di posisi 5,75 persen pada Rabu (21/10/2026). Pelaku pasar juga tetap memantau potensi arus modal keluar (capital outflow) di pasar keuangan seiring isu peninjauan ulang klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).(*)
Related News
Emas Global Tertekan Minyak, Harga Antam Ikut Merosot
Tertekan Kinerja Tesla-Meta, Kontrak Berjangka Saham AS Melemah
Harga Minyak Melonjak Imbas Serangan Ladang Saudi
Sanksi Tegas! OJK Beber Praktik Manipulasi Saham DSSA, BREN, dan CUAN
Dari Istana, Presiden Umumkan Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI
Optimistis, Batavia Pasang Target Dana Kelolaan jadi Rp60 Triliun





