EmitenNews.com - Komisaris dan sejumlah direksi memborong saham Bank Central Asia (BBCA). Itu dilakukan dengan menyerok 1.469.357 helai alias 1,46 juta lembar. Aksi tersebut dilakukan pada harga pelaksanaan Rp8.449 per lembar.


Transaksi serentak telah dilakukan pada 27 Maret 2023. Dengan skema harga tersebut, sejumlah pentolan perusahaan tersebut dipaksa merogoh dana sekitar Rp12,41 miliar. ”Transaksi untuk investasi jangka panjang,” tulis Linda Chandrawati, Kepala Subdivisi, BCA. 


Pengurus teras perseroan itu, melibatkan empat direksi satu komisaris. Kalangan direksi meliputi Tan Ho Hien/Subur/Subur Tan. Subur terekam membeli 357.723 lembar pada harga Rp8.449,26 per lembar senilai Rp3,02 miliar. Lalu, Rudy Susanto, menyerok 384.649 lembar Rp8.449,26 senilai Rp3,24 miliar.


Menyusul kemudian, Vera Eve Lim menjala 296.179 lembar Rp8.449,26 sejumlah Rp2,50 miliar. Selanjutnya, Frengky Chandra Kusuma menyambar 215.403 lembar dengan harga pelaksanaan Rp8.449,26 senilai Rp1,81 miliar.


Dan, terakhir dari kalangan komisaris yaitu Djohan Emir Setijoso. Ya, Dhohan diketahui memborong 215.403 lembar pada harga pelaksanaan Rp8.449,26 sejumlah Rp1,81 miliar. Aksi itu diduga kuat untuk berburu dividen BCA senilai Rp170 per lembar. 


Dan, muklum saja, cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 28 Maret 2023. Dan, untuk masuk barisan penikmat dividen perseroan, investor harus tercatat sebagai pemegang saham pada 30 Maret 2023. (*)