EmitenNews.com - Jantra Grupo Indonesia (KAQI) resmi memperluas jaringan operasinya dengan meresmikan cabang kedua di kawasan Surabaya Barat pada Sabtu (29/8/2026). Langkah ekspansi strategis ini diharapkan akan memperkuat penetrasi pasar perbaikan kaki-kaki kendaraan di Jawa Timur sekaligus memacu pertumbuhan pendapatan perseroan hingga akhir tahun 2026.

Potensi Surabaya Barat & Alokasi Capex

Direktur Keuangan dan Bisnis KAQI, Simon Arosokhi Gulo, menyampaikan bahwa pembukaan cabang baru ini didasari oleh tingginya volume permintaan di cabang Surabaya Timur yang saat ini telah beroperasi pada kapasitas maksimal. Selain itu, kawasan Surabaya Barat memiliki potensi pasar yang besar seiring pertumbuhan infrastruktur kotanya yang pesat dan tingginya populasi pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

“Berdasarkan studi kelayakan, potensi pendapatan di Surabaya Barat sangat menjanjikan. Cabang ini disiapkan untuk menampung potensi pasar yang luas, termasuk memenuhi kebutuhan pemilik EV di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” ujar Simon.

Untuk membangun cabang Surabaya Barat, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp5,8 miliar dengan skema penyewaan lahan jangka panjang selama 12 tahun. Diproyeksikan periode pengembalian modal (payback period) akan tercapai dalam waktu 28 bulan. Secara agregat, manajemen memproyeksikan pengoperasian dua cabang di Surabaya yang akan menyumbang hingga 10,5 persen terhadap total pendapatan konsolidasi KAQI sampai akhir tahun ini, sekaligus memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai kontributor utama pendapatan perseroan.

Efisiensi Modal Kerja dan Rencana B2B

Untuk menjaga kualitas layanan dan mendominasi pasar otomotif di Jawa Timur, KAQI menerapkan standardisasi alat modern di cabang baru ini, meliputi shaking machine, scissor lift, hingga perangkat finish balance yang diimpor langsung dari Italia untuk meningkatkan akurasi serta efisiensi waktu pengerjaan.

Dari sisi pengelolaan neraca dan efisiensi modal kerja (working capital), perseroan menerapkan skema consignment (konsinyasi) dengan para pemasok suku cadang. Strategi preventif ini diterapkan untuk menghindari penumpukan persediaan yang mengendapkan kas, namun perseroan tetap responsif dalam memenuhi kebutuhan komponen pelanggan secara real-time.

Di samping menyasar segmen ritel (B2C), KAQI juga mulai menjajaki peluang pasar B2B. “Saat ini perseroan sedang dalam tahap penjajakan kerja sama strategis dengan salah satu bank pemerintah daerah di Jawa Timur untuk pengelolaan armada kendaraan operasional,” tambah Simon.

Peta Jalan Ekspansi & Kinerja Keuangan