Incar Status Pasar Maju MSCI, Won Korea Kini Diperdagangkan 24 Jam
:
0
Ilustrasi : Gemini AI
EmitenNews.com - Pasar valuta asing won-dolar Korea Selatan resmi beralih ke sistem perdagangan 24 jam mulai tanggal 6 Juli. Langkah besar ini memperluas jam perdagangan yang sebelumnya hanya dari pukul 9 pagi hingga 2 pagi keesokan harinya pada hari kerja, menjadi tanpa henti dari Senin pukul 6 pagi hingga Sabtu pukul 6 pagi. Perubahan regulasi ini menjadi inti strategi internasionalisasi won guna mendongkrak klasifikasi pasar mereka di Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Saat ini, MSCI masih mengklasifikasikan pasar saham Korea Selatan sebagai Pasar Berkembang (Emerging Market). Pemerintah Korea Selatan telah lama berupaya untuk dipromosikan ke status Pasar Maju (Developed Market), di mana perluasan konvertibilitas mata uang menjadi salah satu syarat utamanya.
Konteks ini juga menjadi perhatian bagi pasar keuangan seperti Indonesia yang berada di kelompok indeks yang sama, karena perubahan status Korea Selatan dapat memengaruhi bobot dan aliran dana investor asing di kawasan komparatif Pasar Berkembang MSCI.
Menteri Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan, Koo Yun-cheol, meninjau langsung ruang perdagangan valuta asing di kantor pusat Hana Bank, Seoul, untuk mengamati peluncuran sistem baru tersebut.
"Ini adalah titik awal lompatan global won," ujar Menteri Koo Yun-cheol sebagaimana dikutip BigGo Finance. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Korea terhadap internasionalisasi mata uang tersebut.
Jadwal baru ini mencakup jam perdagangan Asia, pasar Eropa, hingga jam tutup pasar Amerika Serikat. Investor luar negeri kini dapat menyesuaikan posisi secara real-time tanpa terkendala perbedaan zona waktu atau hari libur domestik Korea Selatan. Selain itu, perusahaan ekspor serta lembaga keuangan domestik dapat melakukan transaksi lindung nilai (hedging) langsung di pasar lokal untuk merespons fluktuasi nilai tukar semalam yang tajam.
Para pelaku pasar memperkirakan kebijakan ini akan meningkatkan akses investor asing dan volume perdagangan. Meski demikian, sebagian pihak mengingatkan adanya risiko volatilitas harga saat likuiditas tipis serta meningkatnya beban sistem pemantauan 24 jam. Pemerintah Korea Selatan tetap bersiap mempercepat modernisasi infrastruktur pasar agar sejajar dengan pusat keuangan dunia dan mencapai tujuan masuk ke dalam Indeks Pasar Maju MSCI.(*)
Related News
Tujuan Ekspor, RI Bidik Kesepakatan Dagang dengan AS USD33 Miliar
Kejar Target Lifting 2027, SKK Migas Siapkan Strategi Produksi Minyak
Airlangga Optimistis Rupiah tak Tembus Rp19.000/USD, Begini Alasannya
Omzet Produk UMKM Jaringan Toko Kelontong SRC Capai Rp12,9 Triliun
Pasokan Gas RI Susut, Morgan Stanley Proyeksi Dampaknya
Susul Wall Street, Saham Teknologi Pacu Nikkei 225 Naik 1,1%





