Minim Intervensi, Yen Melemah ke 162 per Dolar AS
:
0
Uang Yen, Jepang. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Mata uang Yen Jepang melemah mendekati level 162 per dolar Amerika Serikat pada hari Senin. Pelemahan ini menghapus sekitar setengah dari penguatan yang terjadi pada 2 Juli, di tengah belum adanya aksi intervensi dari pemerintah Tokyo meskipun peringatan telah disampaikan berulang kali oleh pejabat.
Berdasarkan data Trading Economics, investor masih skeptis bahwa intervensi tunggal akan memberikan dukungan berkelanjutan bagi mata uang Jepang. Sentimen pasar tetap berhati-hati terhadap efektivitas langkah yang diambil otoritas.
Akhir pekan lalu, yen sempat pulih tajam dari level terendah 40 tahun. Penguatan itu muncul setelah beredar laporan bahwa Jepang kemungkinan akan berhenti memberi sinyal rencana intervensi terlebih dahulu. Strategi tersebut ditujukan untuk mengejutkan pelaku pasar dan membantu meredakan spekulasi terhadap yen.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan kembali kesiapan otoritas untuk turun ke pasar kapan saja jika diperlukan. Ia juga menyatakan bahwa Jepang dan AS tetap berhubungan erat terkait kebijakan nilai tukar.
"Pihak berwenang siap untuk turun tangan ke pasar kapan saja jika diperlukan," ujar Satsuki Katayama, dikutip dari Trading Economics.
Konteks global turut menekan yen. Mata uang Jepang mendapat sedikit dukungan dari pelemahan dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini.
Pelemahan yen ke kisaran 162 per dolar menjadi perhatian bagi pelaku pasar di Indonesia dan Asia. Yen merupakan mata uang acuan penting untuk perdagangan dan arus investasi di kawasan, termasuk untuk emiten yang memiliki eksposur utang atau impor dalam denominasi yen.
Sejak awal tahun, Bank of Japan dan Kementerian Keuangan Jepang berulang kali memperingatkan pasar terhadap pergerakan yen yang dinilai terlalu cepat dan satu arah. Namun hingga Senin, belum ada konfirmasi aksi intervensi langsung di pasar valuta asing.
Kebijakan suku bunga yang masih longgar di Jepang dibandingkan dengan negara maju lain juga menjadi faktor yang membebani yen. Sementara itu, arah kebijakan moneter The Fed ke depan masih menjadi penentu utama pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia.
Pelaku pasar kini menunggu sinyal lanjutan dari otoritas Jepang terkait potensi intervensi, serta data ekonomi AS berikutnya untuk melihat arah pergerakan yen dalam jangka pendek.(*)
Related News
Incar Status Pasar Maju MSCI, Won Korea Kini Diperdagangkan 24 Jam
Harga Emas Dunia Bertahan Dekati USD4.200 per Ons, Antam Segini
Pemanfaatan Stimulus Tarif Penyeberangan Libur Sekolah Tembus 90%
Investor Ritel Angkat Indeks Kospi ke Atas 8.300 Pagi ini
Pemerintah Besok Kembali Lelang SUN, Targetkan Rp32 Triliun
Raksasa Teknologi Global Gencar Berburu Modal Miliaran USD





