Indeks Berpotensi Rebound, Cek Rekomendasi 5 Saham Berikut Ini
:
0
EmitenNews.com—Pada perdagangan Senin (26/9), Bursa saham Wallstreet ditutup melemah pelaku pasar khawatir langkah agresif The Fed menaikkan suku bunga akan membawa perekonomian AS ke zona resesi.
Bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah, kekhawatiran akan potensi resesi ekonomi global menjadi fokus pelaku pasar. Harga minyak mentah ditutup menguat setelah Rusia berencana mengalihkan pasokan minyak mentah 3 juta bph dari Eropa ke negara lain menjelang pemberlakuan batasan harga minyak mentah oleh negara-negara Eropa.
IHSG ditutup melemah pada perdagangan Senin (26/9), saham sektoral penekan IHSG IDXENER (-3.98%) dan IDXINDUS (-2.73%). Investor asing mencatatkan Net Sell sebesar 1.36 Triliun.
“Diperkirakan hari ini Selasa (27/9) IHSG berpotensi menguat (Rebound) dengan range 7000-7250, saham sektoral yang dapat diperhatikan diantaranya Perbankan dan Telekomunikasi,” kata Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
PGAS Terjadi Gap Down berpotensi melanjutkan penurunan. Area beli terbaik pada range 1650- 1700 Stoploss jika Closing di bawah level 1640.
PTPP Penurunan yang terjadi merupakan kelanjutan setelah sebelumnya Break Down Rissing Wedge Area beli terbaik pada range 915-935 Stoploss jika Closing di bawah level 900.
MAPI Terbentuk Bullish Kickers berpotensi terjadinya Rebound Area beli terbaik pada range 1100- 1125 Stoploss jika Closing di bawah level 1090.
ADMR Berada di Bottoming area berpotensi terjadinya Rebound Area beli terbaik pada range 1750- 1800 Stoploss jika Closing di bawah level 1715.
ASII Terbentuk Hammer berpotensi terjadinya Rebound Area beli terbaik pada range 6900- 7000 Stoploss jika Closing di bawah level 6900.
Related News
IHSG Berpotensi Naik, Pelototi Gerak-gerik Saham Ini
Penguatan Berlanjut, IHSG Selasa (5/5) Tutup di Atas Level 7.000
Ekonomi Tumbuh Sesuai Harapan Pasar, Waspadai Kontraksi PMI Manufaktur
Era AI Trading, IPOT Sodorkan UI/UX Berbasis AI Real Time
IHSG Melenggang di Sesi I (5/5) Balik ke Level 7.000
Penjualan Toyota Motor Pada Maret 2026 Susut 5,8 Persen





