Indonesia Terbanyak di Fortune SEA 500, Pertamina Peringkat 3
:
0
Fortune rilis Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026. Indonesia catat 109 perusahaan, terbanyak di Asia Tenggara. Pertamina tempati posisi 3 regional.
EmitenNews.com - Fortune merilis daftar Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026 pada 16 Juni. Daftar memuat 500 perusahaan dengan pendapatan tertinggi di Asia Tenggara periode fiskal 2025.
Indonesia mencatat jumlah perusahaan terbanyak di daftar. Total 109 perusahaan asal Indonesia masuk Fortune SEA 500 2026. Jumlah itu melampaui Thailand 100 perusahaan, Malaysia 92 perusahaan, Singapura 81 perusahaan, Vietnam 76 perusahaan, Filipina 40 perusahaan, dan Kamboja 2 perusahaan.
Dari sisi peringkat, PT Pertamina Persero menempati posisi 3 regional. BUMN ini membukukan pendapatan 75,327 juta dolar AS pada 2024. Posisi 1 ditempati Trafigura Singapura dengan pendapatan 243,202 juta dolar AS. Posisi 2 diisi PTT Public Company Thailand dengan pendapatan 87,639 juta dolar AS.
Dari lima besar perusahaan Indonesia, selain Pertamina di urutan di Fortune SEA 500 2026, ada PT PLN di urutan 6, BRI di urutan 14, Bank Mandiri di urutan 24, dan Telkom di urutan 33. Di bawahnya ada BCA yang menempati urutan 39, Sumber Alfaria Trijaya urutan 41, Barito Pacific milih taipan Prajogo Pangestu yang bercokol di posisi 43, serta Indofood Sukses Makmur di urutan 44.
Fortune mencatat dua perusahaan Indonesia jadi "standout risers" 2026. Hartadinata Abadi naik 115 peringkat dengan pertumbuhan pendapatan 135%. Barito Pacific naik 102 peringkat dengan pertumbuhan pendapatan 220%.
Secara total, 500 perusahaan di daftar membukukan pendapatan gabungan 1,88 triliun dolar AS dan laba 150 miliar dolar AS pada 2025. Editor Asia Fortune Nick Gordon menyebut Asia Tenggara tetap jadi salah satu wilayah paling dinamis dunia meski ada tarif dan proteksionisme perdagangan.
Daftar Fortune Southeast Asia 500 2026 tersedia di Fortune.com mulai 16 Juni. Fortune menyebut Indonesia memimpin jumlah perusahaan, sementara perusahaan Singapura memimpin dari sisi pendapatan, laba, dan aset.(*)
Related News
Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Terkuras 30 Persen
Tertekan, IHSG Kembali Susuri Zona Merah
Daya Saing Jeblok, IHSG Menuju 5.700
Usai Ditutup Melemah, Hari Ini IHSG Uji Level 5.847
Prospek Damai AS-Iran Belum Jelas, Kurs Rupiah Melemah Rabu Sore
IHSG Jadi yang Terburuk di Asia, Sentimen MSCI Gagal Bendung Aksi Jual





