EmitenNews.com - Harga emas diperdagangkan mendekati USD4.700 per ons pada hari Rabu, menghadapi tekanan penurunan setelah angka inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve.
Berdasarkan harga spot yang tayang di laman World Gold Council hari ini harga emas berada di level 4,716.64. Turun dari hari sebelumnya sebesae 4,766.12 per ons.
Inflasi konsumen AS meningkat menjadi 3,8% pada bulan April, di atas perkiraan pasar sebesar 3,7% dan merupakan angka tertinggi sejak Mei 2023, karena meningkatnya biaya energi yang terkait dengan konflik Timur Tengah mendorong harga lebih tinggi.
Investor sekarang memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk sisa tahun ini, sementara pasar telah mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada April tahun depan.
Presiden Donald Trump juga memperkenalkan langkah-langkah baru yang bertujuan untuk mengurangi biaya konsumen, dengan fokus pada harga daging sapi dan bensin karena pemerintahannya menghadapi tekanan politik yang meningkat menjelang pemilihan paruh waktu November.
Sementara itu, harga minyak melonjak selama tiga sesi terakhir karena upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan perang AS-Iran terus terhenti, sehingga kekhawatiran tentang inflasi dan pasar energi tetap menjadi fokus utama.(*)
Related News
Emas Dunia Anjlok 3 Hari, Harga Antam Melorot Rp17 Ribu
Minyak Melonjak, Indeks Dolar Stabil Tunggu Data Inflasi
Pasar Prediksi Buyback Obligasi AS Bakal Tembus USD4 Miliar
Penjualan Motor Agustus 2026 Melambat, Cuma Laku 596 Ribu Unit
Harga Minyak Tahan Emas di USD4.350, Bunga The Fed Mengancam
AS Serang Tanker Iran, Harga Minyak Melambung Dekati USD100





