EmitenNews.com - PT Andalan Artha Primanusa Tbk resmi mengungkapkan kesiapan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1 Desember 2026.

Rencananya, perusahaan yang bergerak di usaha kontraktor tambanga batu bara hingga nikel itu, akan menggunakan kode ticker ANDA.

Jadwal book building ANDA dalam rangka penawaran umum perdana saham (IPO) akan berlangsung pada 5 November hingga 17 November 2026 dengan rentang harga penawaran Rp158-Rp189 per saham.

Dalam prospektus IPO ANDA yang terbit pada Kamis (5/11/2026), Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1.676.000.000 saham baru atau sebesar 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Kinerja Andalan Artha Primanusa (ANDA) per Juni 2026

Melalui prospektus yang dirilis perusahaan, pendapatan ANDA per Juni 2026 turun 8,7% menjadi Rp200,1 miliar dari Rp219,1 miliar. Penurunan sekitar Rp19,0 miliar dibandingkan periode sebelumnya disebabkan menurunnya pendapatan pengupasan lapisan dari PT Budi Gema Gempita (BGG). 

Meski begitu, perusahaan menjelaskan, dampak penurunan tersebut masih dapat diimbangi sebagian dengan dimulainya kontribusi pendapatan dari pemberi kerja lainnya, yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Position (POS), PT Intan Bumi Persada (IBP), PT Bukita Bara Alam (BSB), dan PT Satria Bahana Sarana (SBS).

Bersamaan dengan menurunnya pendapatan, perusahaan juga mencatat adanya efisiensi dari sisi beban pokok pendapatan. Secara nominal turun dari Rp175,9 miliar menjadi Rp148,3 miliar per Juni 2026.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya beban bahan bakar dari 25% menjadi 15% terhadap pendapatan. 

“Penurunan beban bahan bakar terutama dipengaruhi oleh proyek PTRO dan SBS, di mana biaya bahan bakar ditanggung oleh Pemberi Kerja, sehingga mengurangi beban bahan bakar yang ditanggung oleh Perseroan,” sebagaimana ditulis perusahaan dalam prospektus, dikutip Kamis (5/11/2026).