Investor Cermati Dampak Ekspor Satu Pintu, dan Parkir DHE SDA
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan Jumat, 29 Mei 2026 susut 0,05 persen menjadi 6.127. Kondis itu terjadi setelah sebelumnya IHSG sempat menguat hingga level 6.230, seiring efektif rebalancing indeks MSCI edisi Mei 2026.
Rupiah terkapar pada level terendah Rp17.881 per dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot. Secara teknikal, Stochastic RSI melanjutkan reversal ke arah pivot, dan histogram negatif MACD berlanjut menyempit. So, diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000-6.300.
Ekspor tiga komoditas, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy, melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) mulai dilaksanakan pada 1 Juni 2026. Implementasi itu, merupakan periode transisi di mana kewajiban eksportir untuk melaporkan kegiatan ekspor melalui PT DSI.
Investor akan mencermati transparansi pelaksanaan kebijakan itu, dan bagaimana dampak implementasi kebijakan itu, terhadap kinerja sejumlah emiten berkenaan dengan kebijakan tersebut. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya akan memberi insentif pajak bagi eksportir yang menempatkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) dalam negeri.
Fasiltas itu, meliputi tarif pajak penghasiln (PPh) lebih rendah dengan besaran tarif akan menyesuaikan jangka waktu penempatan dana oleh para eksportir, hingga dapat mencapai 0 persen. Bagi eksportir diuntungkan dari pemangkasan biaya pajak, tawaran suku bunga kompetitif, dan dapat dijadikan agunan kredit. Bagi bank, memperoleh dana valas murah, dan meningkatkan likuiditas.
Di sisi lain, inflasi Mei 2026 diperkirakan naik menjadi 3,1 persen YoY dari 2,42 persen YoY, dengan inflasi MoM diperkirakan menjadi 0,2 persen MoM dari 0,13 persen MoM. Surplus neraca perdagangan diperkirakan menurun menjadi USD0,5 miliar edisi April 2026 dari Maret sekitar USD3,32 miliar. Indeks manufacturing PMI diperkirakan turun menjadi 49,1 edisi Mei 2026 dari 49,5.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, HM Sampoerna (HMSP), Indofood Sukses Makmur (INDF), Indofood Sukses Makmur CBP (ICBP), Dayamitra Telekomunikasi alias Mitratel (MTEL), dan Gudang Garam (GGRM). (*)
Related News
Prediksi IHSG Sepekan, Analis Ungkap Sentimen dan Hal Ini
MSCI Belum Usai, Edisi Juni Dua Isu ini Hantui Bursa RI
Penurunan Permintaan Turunkan HR CPO Periode Juni
Danareksa Rombak Direksi, Ngurah Wirawan Jadi Dirut
OJK Resmi Larang Gerbang Aset Digital (Fasset) Jual Aset Kripto!
Resmi Degradasi, AMRT Huni Dasar Klasemen Top Losers





