Investor Lepas Saham Emiten Prajogo, IHSG Rawan Koreksi

Pengunjung memenuhi Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan latar layar menampilkan pergerakan saham. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat terbatas. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 24 September 2024, IHSG akan menguji level classic resistance pada 7.905, dan support level 7.672. Pelemahan IHSG berpotensi dipengaruhi aksi strong seller saham emiten Prajogo Pangestu.
Saat ini, saham emiten Prajogo Pangestu telah menghuni peringkat 2 market cap Indonesia berpotensi lanjut menukik, dan disalip Bank BRI (BBRI) dengan koleksi market Cap mencapai Rp825 triliun. Namun, secara overall, berkaca pada perdagangan kemarin (23/9), IHSG walau dibuka melemah pada awal sesi, tetapi optimisme para investor terhadap market IHSG masih sangat kuat.
Dengan keyakinan tinggi tersebut, pasar saham Indonesia kembali diakumulasi asing mencapai Rp1 triliun dengan top buyer pada saham Bank BRI (BBRI), dan Bank BCA (BBCA). Beralas pada data dan fakta tersebut, StocKnow.id menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut sebagai jujukan investasi.
Antara lain Harum Energy (HRUM) Rp1.420 dengan take profit Rp1.465-1.510 per eksemplar, dan stop loss Rp1.345. Essa Industries (ESSA) Rp820 helai dengan take profit Rp845-875 per saham, dan stop loss Rp790 per eksemplar.
Bank BRI (BBRI) Rp5.500 per lembar dengan take profit Rp5.700-6.025 per helai, dan stop loss Rp5.275 per eksemplar. Dan, terakhir Pyridam (PYFA) Rp197 per helai dengan take profit Rp204-220 per saham, dan stop loss Rp189 per lembar.
Menyudahi perdagangan Senin, 23 September 2024, IHSG melejit 32,7 poin alias 0,42 persen menjadi 7.775. Total volume perdagangan 28,6 miliar saham senilai Rp12,8 triliun. Sementara itu, asing mencatat net buy sebesar Rp1 triliun. (*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal