Istana Pastikan Tim Reformasi Polri yang Utama, Bentukan Presiden
:
0
Ilustrasi pasukan antihuru-hara Polri. Dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Pemerintah memastikan Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo Subianto adalah tim utama, meski Polri sudah membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri. Kapolri membentuk tim reformasi sendiri, beranggotakan 50 lebih anggota Polri, dipimpin jenderal polisi bintang tiga. Padahal, pemerintah sudah membentuk tim, menyikapi desakan masyarakat untuk membenahi Polri.
"Yang penting, yang utama itu adalah dari tim bentukan presiden," kata Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).
Meski begitu, Wamensesneg memastikan, kedua tim tersebut akan bekerja sama. Jika Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo bekerja, Tim Transformasi Reformasi Polri yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan membantunya. Ia memastikan akan ada sinergi, sehingga tidak akan berbenturan.
Bambang Eko menyampaikan bahwa tim ini bersifat ad hoc yang bakal bekerja selama enam bulan. Anggota tim dari pemerintah, kemungkinan berisi sembilan orang yang akan dilantik Presiden Prabowo setelah Kepala Negara kembali ke Tanah Air.
Sebelumnya, Istana menegaskan bahwa Komite Reformasi Polri yang hendak dibentuk oleh Presiden Prabowo berbeda dengan Tim Transformasi Reformasi bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Meski begitu, kepada pers, di Kompleks Parlemen, Selasa (23/9/2025), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Pemerintah dan Polri memiliki semangat yang sama untuk membuat institusi kepolisian menjadi lebih baik.
Kapolri akan libatkan pihak eksternal dalam mengevaluasi kepolisian
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Tim Transformasi Reformasi Polri akan melibatkan pihak eksternal dalam mengevaluasi kepolisian. Ia memastikan hal itu, saat tampil dalam program Rosi di Kompas TV pada Kamis (25/9/2025) malam.
"Jadi sebenarnya kita tetap melibatkan teman-teman dari eksternal, dari pakar untuk memberikan masukan kepada kami," ujar Jenderal Sigit.
Sigit menjelaskan bahwa pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri merupakan upaya untuk membenahi internal kepolisian. Untuk internal, pihaknya harus mempersiapkan anggota-anggotanya untuk memiliki semangat yang sama.
Related News
Turunkan Konsumsi Pertalite Hingga 9 Persen, Kebijakan WFH Dilanjut
Dari Paris hingga Istiqlal, Begini Momen Iduladha Prabowo dan Gibran
Volume Kendaraan GT Cileunyi Arah Garut Melonjak pada Iduladha 2026
Iduladha 2026, Semen Indonesia Salurkan Bantuan 292 Hewan Kurban
TUGU Gandeng Kitabisa Himpun Donasi, Bantu 40 Disabilitas Bangkit Lagi
Operasi Patuh Siap Menghadang, Waspadai Ini Jika Tak Ingin Terjaring





