Izin Right Issue, dan Private Placement, Bank Banten (BEKS) Geber RUPSLB 19 Oktober 2022

EmitenNews.com - PT Bank Banten (BEKS) bakal menggeber right issue maksimal 30 miliar lembar, dan private placement 5,18 miliar lembar. Tindakan korporasi itu, untuk penguatan struktur permodalan. Terutama pemenuhan modal inti Rp3 triliun.
Right issue maksimum 30 miliar saham seri C tersebut dibekali dengan nilai nominal Rp50 per lembar. Penerbitan saham baru dari portepel itu, setara dengan 58,42 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian.
Hajatan itu, digelar paling lambat 12 bulan setelah mendapat restu investor melalui rapat umum pemegang saham luar biasa pada 19 Oktober 2022. Right issue akan berdampak langsung terhadap struktur permodalan, dan likuiditas perseroan. Right issue akan memperbaiki kondisi keuangan secara fundamental, karena peningkatan modal inti dapat digunakan untuk pengembangan bisnis.
Dana hasil right itu, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, untuk pengembangan bisnis, terkhusus penyaluran kredit, penguatan struktur keuangan, termasuk pengembangan teknologi, dan sarana pendukung kegiatan operasional.
Sementara itu, private placement 5.187.043.827 helai alias 5,18 miliar lembar untuk pemenuhan modal inti Rp3 triliun paling telat pada akhir 2024 mendatang. Private placement saham seri C setara 10 persen dari jumlah saham ditempatkan, dan disetor penuh itu, dibekali nilai nominal Rp50 per lembar.
Private placement dipentaskan paling lambat dua tahun sejak mendapat izin pemodal via RUPSLB. Secara umum private placement akan berdampak langsung terhadap struktur permodalan, dan likuiditas perseroan. Aksi itu, akan membuat jumlah saham beredar lebih banyak. Efeknya, persentase kepemilikan saham yang tidak mengeksekusi hak akan terdilusi maksimal 9,09 persen.
Nah, untuk memuluskan rencana itu, perseroan akan meminta restu para investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada 19 Oktober 2022 pukul 09.00 WIB. Peserta berhak hadir dengan nama terdaftar sebagai pemegang saham pada 26 September 2022 pukul 16.00 WIB. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG