EmitenNews.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) pacu transformasi bisnis dari hulu hingga ke hilir. Strategi penyehatan operasional berjalan seiring dengan komitmen Perseroan untuk menuntaskan berbagai tantangan historis, guna memastikan performa bisnis yang solid dan berkelanjutan.

Direktur Utama KAEF, Djagad Prakasa Dwialam, menegaskan bahwa fondasi keuangan yang kembali sehat di kuartal I 2026 menjadi modal utama KAEF untuk fokus pada rencana transformasi menyeluruh untuk perbaikan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

"Pencapaian di awal tahun ini membuktikan bahwa restrukturisasi keuangan yang dijalankan sejak dua tahun lalu serta transformasi model bisnis yang lebih ramping dan efisien, berjalan di jalur yang tepat," jelas Djagad pada Minggu, 28 Juni 2026.

KAEF pada kuartal I 2026 mencatatkan pertumbuhan laba kotor 11,06% menjadi Rp824,8 miliar. Perseroan juga mencatatkan performa operasional yang solid dengan EBITDA mencapai Rp153,8 miliar atau tumbuh 61,29% dibandingkan dengan kuartal I 2025.

EBITDA positif mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang kuat dari aktivitas operasional inti.

Oleh karena itu, KAEF pada awal tahun 2026 berhasil mencetak laba bersih Rp123,6 miliar. Capaian ini menjadi dasar Perseroan untuk terus menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, KAEF menerapkan strategi untuk mengejar pertumbuhan kinerja bisnis melalui efisiensi operasional dan optimalisasi portofolio produk high margin.

Di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, termasuk tekanan nilai tukar dan kenaikan arga bahan baku, maka implementasi efisiensi biaya, optimalisasi portofolio produk, diversifikasi pemasok, serta peningkatan penggunaan bahan baku lokal secara bertahap merupakan upaya penting untuk menjaga ketahanan bisnis dan daya saing perusahaan.

Optimalisasi Produk BBO Lokal

Sebagai perusahaan yang mencatatkan sejarah sebagai industri farmasi pertama di Indonesia yang mengoptimalkan penggunaan Bahan Baku Obat (BBO) lokal, KAEF menjadi salah satu pilar kemandirian farmasi nasional.