Jalankan Perintah, Bahlil Pastikan Pasokan Minyak dan Gas dari Rusia
:
0
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Vladimir Putin. Dok. Presiden RI.
EmitenNews.com - Pemerintah mencari alternatif pasokan minyak mentah dan gas elpiji, salah satunya dari Rusia. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mencari sumber lain.
Saat bertemu Presiden Prabowo Subianto, di Moskow pada Senin (13/4/2026), Presiden Rusia Vladimir Putin sudah lebih dulu meningkatkan kerja sama perihal cadangan minyak dan elpiji.
"Di Moskow, pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin menegaskan peningkatan kerja sama terkait pasokan energi nasional jangka panjang, termasuk cadangan minyak mentah dan elpiji." Demikian tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya seperti dikutip dari akun IG Sekretariat Kabinet, Rabu (15/4/2026).
Presiden Prabowo menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk menemui utusan khusus Presiden Putin dan Menteri Energi Rusia untuk pembahasan lanjutan lebih detail tentang sumber alternatif pasokan energi tersebut.
Usai bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (14/4/2026) di Moskow, Rusia, Menteri Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia bakal mendapatkan pasokan minyak mentah (crude) dan liquefied petroleum gas (elpiji) dari Rusia.
Menteri Bahlil menindaklanjuti pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya,
Bahlil mengatakan, dalam forum bersama Sergey, kedua pihak membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji. Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia salah satunya suplai minyak dan gas bumi serta penyimpanan (storage).
Menurut Bahlil, kerja sama pengadaan minyak dan elpiji tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah government-to-government (G2G) maupun business-to-business (B2B). Sesuai skema tersebut diharapkan memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan elpiji di Indonesia.
Sesuai kesepakatan, Indonesia mendapatkan hasil yang cukup baik. Sesuai hasil pertemuan itu, Indonesia bisa mendapatkan cadangan minyak mentah, selain gas elpiji.
Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil. ***
Related News
Menang Praperadilan, Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar Gugur
3 Terdakwa Korupsi di NTB Minta Status Tahanan Rumah Seperti Gus Yaqut
MK Pertanyakan Pasal Yang Sudah Dibatalkan Kok Ada Lagi di KUHP Baru
Izin Belum Lengkap, KKP Segel Sementara Pemanfaatan Pulau Umang Banten
Persiapan Haji, Mulai 13 April Saudi Batasi Yang Bisa Masuk Makkah
Menteri Haji Mau Wacana War Tiket Disuspen Dulu





