Jangan Mudah Terpancing Isu Uang Hilang, BRI Beberkan Faktanya
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menghimbau masyarakat agar tidak terpancing isu uang hilang dan bijaksana dalam menggunakan sosial media. dok. BRI.
Soal ajakan menarik uang karena kabar banyaknya uang hilang, Ekonom Segara Institute Piter Abdullah menilai tampak tidak masuk akal karena bank merupakan unit usaha di Indonesia yang paling ketat diawasi pemerintah. Pengawasan ketat bank ini dilakukan untuk memberikan kepercayaan kepada publik kepada sektor perbankan.
Piter Abdullah menjelaskan dari awal berdiri ada banyak aturan yang harus dipatuhi bank. Belum lagi pengawasan ketat dari berbagai instansi. Bahkan, sampai bank terpaksa bangkrut pun aturan yang harus dipatuhi juga banyak.
"Lembaga perbankan itu paling diawasi. Sangat diregulasi. Satu-satunya usaha yang diawasi dari izin mau lahir sampai dia bangkrut itu diatur. Perusahaan mana yang seketat itu? Hanya perbankan," papar Piter Abdullah.
Menurut Piter Abdullah, potensi penyebaran berita bohong alias hoax dari ajakan rush money di media sosial. Karena itu, masyarakat juga harus waspada dan jangan termakan omongan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Apalagi dengan alasan uang yang tiba-tiba hilang saat ditabung di bank. Bila tidak ada buktisoal uang hilang di bank, seharusnya yang menyebarkan ajakan itu bisa ditarik ke ranah hukum untuk dipidanakan.
"Yang melakukan ajakan ini seharusnya bisa dipidana. Karena ajakan ini tidak berdasar dan cenderung menyampaikan satu yang disebut hoax. Disebutkan ada dana yang hilang, ini kan harusnya dibuktikan. Kalau tidak ada bukti seharusnya yang bersangkutan mendapatkan hukuman," tutur Piter Abdullah. ***
Related News
Laba SOCI Melorot 55 Persen, Telisik Ini Penyebabnya
Melejit 48 Persen, BNII Sudahi 2025 dengan Laba Rp1,65 Triliun
Drop 49 Persen, Laba ITMG 2025 Sisa USD190,94 Juta
Rights Issue Jumbo BNBR, Risiko Dilusi Hingga 33 Persen
Malibu Walk Jababeka, Kekuatan Ekosistem Industri Pacu Nilai Investasi
TPIA Percepat Pabrik CA-EDC, Target Kapasitas 21 Juta Ton 2027





