Jelang Review MSCI, BEI Optimistis dengan Reformasi Pasar Modal
:
0
Potret logo IDX atau Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa keputusan inclusion, excluison, maupun freeze atau unfreeze saham sepenuhnya kewenangan MSCI.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya saat ini fokus terhadap aksi nyata dan komitmen yang tengah dijalankan, yakni melalui reformasi pasar modal.
“Terkait inclusion, exclusion, freez, unfreeze, itu sepenuhnya adalah kewenangan dari MSCI. Tetapi dalam komunikasi kami juga tentu menyampaikan hal-hal apa yang sudah dilakukan,” ujar Jeffrey dalam conference pers daring, Rabu (12/8).
Jeffrey juga mengatakan, BEI merespons serius MSCI perihal transparansi dan investability di pasar modal Indonesia, dan menegaskan beberapa hal telah secara konkret dilakukan.
Di antaranya, meningkatkan transparansi kepemilikan saham dari sebelumnya minimal 5% kini menjadi di atas 1% yang diungkap ke publik. Selain itu, BEI juga akan menambahkan informasi tipe investor hingga status afiliasi pemegang saham.
"Yang kedua adalah kita menyajikan data informasi terkait dengan tipe investor yang lebih granular, dari sebelumnya hanya sembilan tipe investor, saat ini menjadi 39 tipe dan sub-tipe investor,” tutur Jeffrey.
Kemudian, BEI juga telah menerbitkan Peraturan Nomor I-A BEI guna mengerek ketentuan minimum free float dari 7,5% menjadi 15% dengan masa transisi 12 hinigga 36 bulan bagi emiten untuk memenuhi hal tersebut.
Terakhir, BEI juga telah menerbitkan saham-saham yang terindikasi dimiliki sejumlah pihak atau high shareholding concentration sebagi bagian upaya transparansi kepada publik.
“Dan di pertengahan Juli kemarin, kita melakukan pembaruan metodologi yang kita gunakan untuk menentukan high shareholding concentraion. Di antaranya kita menambahkan universe dari seluruh saham di atas 10 triliun nilai kapitalisasi pasarnya, kita ukur price impact ratio-nya, yang memperhitungkan velocity dari volume perdagangan mereka di bursa, untuk kemudian kita lakukan screening,” jelas Jeffrey.
Di sisi lain, menurut Jeffrey pasar saat ini menunjukkan feedback positif terhadap tinjauan indeks global. Menurut BEI, FTSE telah mengonfirmasi posisi Indonesia tetap aman di kategori Emerging Market, sementara MSCI memberikan apresiasi atas perbaikan tata kelola yang tengah bergulir.
Related News
Tahap Awal Demutualisasi BEI Lewat Private Placement, IPO Menyusul?
Dapat Restu RUPSLB, BEI Tetapkan Alex Widi Kristiono sebagai Komisaris
Mayoritas Pemegang Saham Setujui Rencana Demutualisasi BEI
Harap-harap Cemas Jelang Review MSCI, Ini Kata Bos BEI
OJK Jatuhkan Denda Rp240,5M atas 124 Kasus Pelanggaran Pasar Modal
OJK Tangani 124 Kasus, Sebagian Besar Transaksi Efek dan Emiten





