Jelang Rilis iPhone 18 Pro, Saham Emiten Keluarga Aguan Kian Kinclong
:
0
Para pemburu iPhone 17 tampak antre menyesaki gerai iBox besutan perseroan. FOTO - Dok ERAA
EmitenNews.com - Erajaya (ERAA) telah menggelontorkan dana buyback Rp99,85 miliar. Dana taktis tersebut sukses menyerap 236.270.400 saham. Aksi pembelian kembali saham telah dilakukan dengan harga pelaksanaan rata-rata Rp422,64 per eksemplar.
Menyusul penuntasan transaksi itu, emiten keluarga aguan tersebut kini memiliki saham treasuri dengan total 601.587.822 eksemplar. ”Data pembelian kembali saham tersebut per 2 September 2026,” tegas Amelia Allen, Kepala Bidang Hukum & Sekretaris Perusahaan Erajaya.
Di sisi lain, pergerakan saham ERAA terlihat gesit. Sepanjang perdagangan kemerin, saham ERAA melejit 4,42 persen atau 22 poin menjadi Rp520. Sejak awal tahun ini, saham ERAA telah melonjak 26,21 persen alias 108 poin dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp412 per lembar.
Dalam tempo 52 minggu terakhir, saham ERAA pernah menyentuh level tertinggi Rp530, dan terendah Rp314 per saham. ERAA dibekali kapitalisasi pasar Rp8,26 triliun dan price earning rasio 5,80 kali. Ledakan saham ERAA diprediksi makin menggila jelang rilis produk baru 9 September 2026 waktu Amerika Serikat alias Kamis, 10 September 2026 dini hari WIB.
Tentu sebagai distributor produk Apple, ERAA akan ketiban untung. Sekadar informasi, Apple dijadwalkan merilis iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra. Lini produk babau Apple akan dibanderol dengan harga lebih mahal dari edisi sebelumnya. Itu menyusul ledakan harga cip akibat tren kecerdasan buatan.
Performa Keuangan Moncer
ERAA per 30 Juni 2026 mengemas laba bersih Rp784,02 miliar. Melesat 37,96 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp568,29 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dassar ikut melonjak menjadi Rp50,09 dari sebelumnya Rp36.
Penjualan Rp42,89 triliun, melonjak 22,4 persen dari episode sama tahun lalu Rp35,04 triliun. Beban pokok penjualan Rp38,09 triliun, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya Rp31,08 triliun. Laba kotor terkumpul Rp4,79 triliun surplus dari posisi sama tahun sebelumnya Rp3,96 triliun.
Beban penjualan dan distribbusi Rp2,28 triliun, bengkak dari Rp1,69 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,5 triliun, bertambah dari Rp1,37 triliun. Pendapatan lainnya Rp437,55 miliar, melejit dari Rp245,34 miliar. Beban lainnya Rp5,32 miliar, susut dari Rp20,17 miliar. Laba usaha Rp1,43 triliun, naik dari Rp1,12 triliun.
Penghasilan keuangan Rp19,67 miliar, terkoreksi dari Rp29,34 miliar. Bagian laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp83 juta, menguat dari minus Rp1,68 miliar. Beban keuangan Rp308,95 miliar, bengkak dari Rp285,86 miliar. Laba periode bberjalan Rp872,12 miliar, merangsek naik dari Rp605,82 miliar. (*)
Related News
BEI Sorot PSP, BIPP Ungkap Perkembangan Private Placement
Bank Chairul Tanjung Buyback Rp300 Miliar, Saham BBHI Longsor Parah
Produksi Batu Bara Samindo (MYOH) 3,33 Juta Ton, Sudah Lampaui Target
Cek, Presdir Triputra Agro (TAPG) Ini Terus Kurangi Porsi Sahamnya
Penjualan Domestik Kuat, SMGR Catat Pertumbuhan Pendapatan 13 Persen
Pernyataan Efektif OJK Belum Turun, Perusahaan Milik UGM Ini Tunda IPO





