EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 0,92 persen menjadi 6.905. Sentimen negatif antara lain dari rencana penerapan tarif royalti tambang komoditas untuk tembaga, timah, nikel, emas, dan perak, meski Menteri ESDM Bahlil menyatakan ditunda. 

Namun, Menteri Keuangan Purbaya memastikan aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang akan mulai berlaku pada awal Juni 2026. Secara teknikal, histogram negatif MACD kembali melemah, dan terjadi death cross Stochastic RSI area pivot. So, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan.

Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 12 April 2026, IHSG akan menguji level support 6.750, dan posisi resistance 6.850. Indeks keyakinan konsumen RI relatif stabil di level 123 pada April 2026 dari Maret 2026 di kisaran 122.9. Persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini sedikit membaik, dengan sub-indeks naik 1.1 poin menjadi 116.5. 

Penjualan sepeda motor di pasar domestik meningkat 28,1 persen YoY menjadi 520,972 unit edisi April 2026, membaik dibanding penurunan 17,1 persen periode Maret 2026. Kenaikan tersebut terutama karena normalisasi setelah pada bulan sebelumnya terdapat libur hari raya.  

Investor akan menantikan retail sales akan rilis pada Selasa (12/11). Di mana, diperkirakan tumbuh 6,8 persen YoY edisi Maret 2026. Investor diperkirakan mengantisipasi pengumuman MSCI (12/5), yang berpotensi mengeluarkan saham Barito Energy (BREN), dan Dian Swastatika (DSSA) dari indeks MSCI. 

Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk menyerap sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Astra International (ASII), RMK Energy (RMKE), Gajah Tunggal (GJTL), Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), dan London Sumatera alias Lonsum (LSIP). (*)