Jenuh Jual, IHSG Potensial Rebound
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street berhasil ditutup menguat. Itu menyusul kekhawatiran investor terhadap potensi dampak negatif konflik militer antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran terhadap ekonomi mulai mereda. Apalagi, lonjakan harga minyak mentah tidak setinggi sebelumnya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan akan mengumumkan beberapa kebijakan untuk mendukung pengiriman minyak mentah melalui selat Hormuz. Selain itu, soliditas beberapa data ekonomi kemarin juga turut menambah sentimen positif pasar. Berdasar data ADP, Februari lalu sektor swasta mencatatkan penambahan pekerja 63 ribu.
Meningkat signifikan dari bulan sebelumnya mengalami revisi turun menjadi 11 ribu, dan juga lebih baik dari proyeksi ekonom 48 ribu. Penguatan indeks bursa Wall Street, dan beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, emas, dan tembaga diprediksi menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
Sementara itu, posisi indeks sudah jenuh jual berpeluang dimanfaatkan investor untuk buy on weakness. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 5 Maret 2026, indeks diprediksi bergerak menguat dengan kisaran support 7.400-7.225, dan resistance 7.755-7.930.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor untuk menjala salam Perusahaan Gas Negara (?PGAS), Medco Energy (?MEDC), Elnusa (?ELSA), Hartadinata (?HRTA), Archi Indonesia (?ARCI), dan Alamtri Resources ?(ADRO). (*)
Related News
Daya Tampung BBM Terbatas, Presiden Minta Bangun Storage Baru
Rawan Koreksi, IHSG Orbit Area 7.311
Perang Memanas, Serok Saham DAAZ, ULTJ, BFIN, dan CLEO
Newsroom EmitenNews: Berbenah di Bulan Berkah
IHSG Rabu Terjun Bebas 4,57 Persen, Seluruh Sektor Babak Belur
IHSG Sesi I Anjlok 4,3 Persen ke 7.596, Bursa Asia Tersulut Api Perang





