Kaji Buyback, Saham BBTN Tinggalkan Zona Merah
:
0
Bos BTN Nixon Napitupulu kala menjawab pertanyaan awak media soal perkembangan perseroan. Foto - Dok BBTN
EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) tengah mengkaji opsi pembelian kembali saham (share buyback). Langkah itu, sebagai salah satu alternatif aksi korporasi di tengah dinamika pasar modal domestik. Kajian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan strategis, dan upaya menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pergerakan harga saham di tengah dinamika pasar perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental bisnis, prospek pertumbuhan, dan transformasi terus dijalankan perseroan.
"Kami terus mencermati perkembangan pasar modal dan berbagai dinamika yang terjadi saat ini. Sebagai perusahaan terbuka, BTN senantiasa mengevaluasi berbagai opsi strategis dapat mendukung kepentingan Perseroan dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback," ujar Nixon.
Nixon menjelaskan kajian buyback dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain kondisi keuangan, kecukupan permodalan, kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis, dan ketentuan regulator berlaku.
"Buyback merupakan salah satu opsi tengah kami kaji, termasuk terkait dengan potensi pemanfaatan saham hasil pembelian kembali untuk peruntukan tertentu sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Tentunya, setiap keputusan akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kecukupan modal, serta kepentingan seluruh pemegang saham," kata Nixon.
Opsi pembelian kembali saham bukan merupakan hal baru bagi BTN. Pada 2020, di tengah tekanan pasar akibat pandemi COVID-19, BTN pernah menyiapkan dana sebesar Rp275 miliar untuk rencana pembelian kembali saham melalui pasar sekunder. Langkah tersebut menjadi salah satu referensi pengalaman Perseroan dalam mengevaluasi alternatif aksi korporasi dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan.
Lebih lanjut, Nixon menegaskan di tengah dinamika pasar modal, BTN tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja, dan pertumbuhan sehat dan berkelanjutan. BTN juga terus mengoptimalkan berbagai peluang pertumbuhan bisnis, khususnya pada sektor pembiayaan perumahan masih memiliki potensi besar.
Itu sejalan dengan dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah serta transformasi BTN menuju beyond mortgage. "Fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Kami melihat peluang pertumbuhan sektor perumahan nasional masih sangat besar, dan BTN akan terus memperkuat kapabilitas bisnis serta layanan untuk menangkap peluang tersebut secara optimal," tutup Nixon.
Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik apabila terdapat keputusan terkait pelaksanaan aksi korporasi sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan berlaku. Di sisi lain, saham BBTN terus mengalami penguatan. Sepanjang perdagangan kemarin, saham BBTN melonjak 5,88 persen.
Ledakan saham setara 50 poin itu, menjadikan saham BBTN bertengger di posisi Rp900. Dalam tempo 52 minggu terakhir, saham BBTN perdah menyentuh level tertinggi Rp1.505, dan terendah di posisi Rp825. BBTN diperkuat market cap Rp12,50 triliun, dan price earning rasio sangat menarik, dan seksi hanya 3,02 kali. (*)
Related News
Grup Sinarmas Gelontor Dividen Jumbo, Yield Tembus 16 Persen
PT Timah (TINS) Raih Fasilitas Kredit Jumbo Bank Mandiri Rp4 Triliun
Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Cairkan Pinjaman USD85 Juta dari Kbank
Biayai Ekspansi hingga Bayar Utang, EMAS Pilih Aksi Korporasi Ini
Loan Channeling, Krom Bank (BBSI)-Easycash Jalin Kolaborasi Strategis
Jual Saham WIFI, Hashim Djojohadikusumo Kantongi Rp4,06 Triliun





