Kasus Binary Option, PPATK Ungkap Dealer Mobil Mewah Bisa Ikut Terseret
:
0
EmitenNews.com - Ini dampak kasus penipuan berkedok aplikasi Binomo, yang melibatkan para afiliator. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavanda mengatakan dealer mobil mewah bisa terseret masalah perdagangan berjangka komoditas ilegal dengan instrumen binary option atau opsi biner. Penyedia barang dan jasa itu terancam sanksi hukum bila tidak melaporkan transaksi pembelian benda-benda mewah para afiliator opsi biner kepada PPATK.
Kepada pers seperti dikutip Sabtu (5/3/2022), Kepala PPATK Ivan Yustiavanda mengatakan, akan dilakukan upaya bagaimana pengenaan sanksi hukum terhadap agen rumah atau dealer mobil mewah yang tidak melaporkan transaksinya.
Peraturan PPATK Nomor PER-12/1.02.1/PPATK/09/11 menyebutkan: penyedia barang dan jasa wajib menyampaikan laporan transaksi yang dilakukan pengguna jasa jika nilai transaksinya lebih dari Rp500 juta. Ivan mengungkapkan sejauh ini, PPATK menemukan dealer mobil tidak menyerahkan laporan pembelian transaksi oleh pihak-pihak yang tersangkut kasus binary option.
“Diharapkan pihak-pihak yang melakukan kegiatan (penjualan barang dan jasa) aware. Once itu terbukti menipu, ikut melakukan tindak pencucian uang,” ucap Ivan.
Seperti diketahui polisi telah menetapkan Indra Kesuma atau Indra Kenz sebagai tersangka kasus investasi ilegal binary option dengan platform Binomo. Indra Kenz disangkakan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) UU ITE, Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU ITE.
Related News
Info Terbaru! Wahana Interfood (COCO) Gandeng PMI
BGN Gandeng JICA Kembangkan Pilot Shokuiku untuk Program MBG
Obituari Guruh Soekarnoputra: Maestro Orkestrasi Budaya Nusantara
Peduli Sosial, Upbit Lakukan Aksi Kemanusiaan di Flores dan Medan
Tolak Vonis Pengadilan Tinggi DKI, Nadiem Segera Ajukan Kasasi ke MA
Pemerintah-Banggar DPR Sepakati Asumsi RAPBN 2027, Ekonomi Tumbuh 6%





