Kasus Korupsi Anggaran Tukin Kementerian ESDM, KPK Dalami Dugaan Mengalir ke BPK
:
0
KPK Dalami Korupsi Anggaran Tukin Kementerian ESDM yang diduga untuk suap oknum BPK. dok. Republika.
EmitenNews.com - Uang hasil korupsi di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, diduga mengalir sampai ke oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami uang dugaan korupsi tunjangan kinerja (tukin) pegawai Kementerian ESDM yang digunakan untuk menyuap pegawai BPK. Dalam kasus yang merugikan keuangan negara sampai puluhan miliar rupiah itu, telah menetapkan sejumlah tersangka.
Dalam keterangannya kepada pers, seperti dikutip Selasa (28/3/2023), Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus korupsi pemotongan Tukin di ESDM Tahun Anggaran 2020-2022 itu. Para pelaku diduga menikmati uang tukin dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.
“Itu (dugaan untuk suap BPK) kami dalami,” kata Ali Fikri kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/3/2023).
KPK menduga, uang puluhan miliar itu digunakan para pelaku untuk kepentingan pribadi mereka, membeli aset, hingga kebutuhan ‘operasional’. Selain itu, KPK juga menduga uang itu digunakan untuk mengkondisikan pemeriksaan BPK. “Termasuk dugaannya dalam rangka untuk pemenuhan proses-proses pemeriksaan oleh BPK.”
Informasi tersebut masih harus didalami KPK. Penyidik juga harus menelusuri dugaan aliran dana dari pemotongan tukin tersebut. KPK juga akan mendalami keterkaitan dengan oknum Kementerian Keuangan. Pasalnya, pemotongan tukin pegawai ini terkait dengan kementerian lain. Karena itu, KPK akan mendalaminya.
Related News
Lambang Perjuangan Lawan Kolusi Itu, Buruh Bernama Marsinah
JPU Siap Tanggung Jawab Tuntutan Atas Nadiem, Sampai di Akhirat
Tren Positif Hubungan RI-Rusia, Nilai Perdagangan Capai USD4,8 Miliar
Kecelakaan Bus Maut di Sumsel, Korban Tewas Jadi 19 Orang
Ada Heri Black dalam Kasus Korupsi Bea Cukai yang Ditangani KPK
Siapkan CNG Pengganti LPG, Pemerintah Rumuskan Standar Keselamatan





