EmitenNews.com - Ini perkembangan terbaru kasus polisi tembak polisi. Polda Metro Jaya menyebut perkembangan kasus kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo hanya akan satu pintu, disampaikan oleh Mabes Polri. Sebelumnya kasus tersebut ditangani Polres Metro Jakarta Selatan, sesuai locus delicti. Tetapi, atas pertimbangan lebih berpengalaman, kini kasusnya ditarik ke Polda Metro Jaya.


"Terkait dengan update penanganan kasus Brigadir J, nanti penyampaiannya dari satu pintu yaitu di Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Kamis (21/7/2022).


Kombes Zulpan tak menjelaskan alasan mengapa Polda Metro Jaya tidak ikut menyampaikan perkembangan kasus tersebut. Sebagai jubir Polda Metro Jaya, tempat pengusutan kasus tersebut, Kombes Zulpan hanya akan sebatas mendampingi saat Mabes Polri menyampaikan perkembangan kasus itu.


"Setiap penyampaian penanganan timsus ini saya juga akan mendampingi Kadiv Humas di Mabes Polri saat menyampaikan ke media. Jadi nanti akan disampaikan dari Mabes Polri," ujarnya.


Sebelumnya, kepada pers, Selasa (19/7/2022), Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan salah satu pertimbangan kasus Brigadir J ditarik dari Polres Metro Jakarta Selatan ke Polda Metro Jaya lantaran penyidiknya lebih berpengalaman.


Menurut Dedi Prasetyo, Polda Metro Jaya juga memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap, sehingga diharapkan kasus tersebut dapat diusut secara tuntas dan cepat. "Karena di Polda Metro Jaya penyidik-penyidiknya mungkin lebih berpengalaman."


Seperti diketahui kasus kematian Brigadir J menjadi sorotan lantaran sarat kejanggalan. Menurut versi polisi, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri (nonaktif)Irjen Ferdy Sambo.


Polri menyebut Brigadir J mulanya melakukan pelecehan seksual terhadap Istri Ferdy Sambo. Istri Ferdy lalu teriak hingga membuat Brigadir J keluar kamar. Bharada E, yang juga sedang di rumah, bertanya kepada Brigadir J ihwal apa yang terjadi.


Sesuai versi polisi, Brigadir J langsung menembak ke arah Bharada E. Baku tembak lalu terjadi antara keduanya hingga membuat Brigadir J meninggal dunia. Disebutkan ada tujuh tembakan dari Brigadir J, dan dari Bharada E, 5 tembakan. Tetapi, Bharada E yang memang penembak jitu, berhasil menewaskan Brigadir J yang menembak duluan. ***