Katalis Domestik di Segara Outflow Asing Rp8T, IHSG Bangkit ke 5.439
:
0
Potret IHSG Menghijau ke Level 5.400-an. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.439 pada periode 19-23 Oktober 2026, menguat 4,90% dibandingkan pekan sebelumnya. Di tengah penguatan tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (outflow) Rp8 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan penguatan IHSG dipengaruhi sentimen global dan domestik. Dari global, ada sentimen suku bunga dan Dolar AS, di mana ketegangan di pasar moneter global relatif terjaga setelah kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed ke level 3,75%-4,00%, ECB, dan BoJ.
"Menariknya, meskipun data tenaga kerja AS masih tergolong solid dan menopang penguatan Dolar AS, pelaku pasar mulai mengantisipasi kestabilan imbal hasil (yield) US Treasury jangka panjang," ujarnya.
Sentimen lain datang dari harga minyak dan geopolitik. Risiko konflik di Timur Tengah dan gangguan pada East-West Pipeline milik Saudi Aramco masih membayangi pasokan minyak global.
"Meski demikian, dimulainya negosiasi terkait Selat Hormuz memberikan stabilitas parsial pada harga minyak mentah Brent dan WTI sehingga meredakan tekanan inflasi global secara bertahap," tandasnya.
Dari domestik, sentimen datang dari keputusan BI Rate dan Rupiah. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi. Cadangan devisa yang kuat US$146,5 miliar dinilai memberikan bantalan yang memadai dalam meredam gejolak eksternal.
Selanjutnya ada sentimen MSCI dan investability. Isu keterbukaan informasi struktur kepemilikan, porsi free float aktif, serta efektivitas mekanisme perlindungan investor ritel tetap menjadi perhatian institusi global dalam menentukan bobot alokasi portofolio.
Untuk proyeksi pekan ini 26-30 Oktober 2026, David menilai fokus pergerakan IHSG akan tertuju pada kombinasi sentimen eksternal dan katalis fundamental domestik. Investor global cenderung wait and see menantikan arah kebijakan moneter The Fed serta perkembangan negosiasi geopolitik yang memengaruhi stabilitas harga energi.
"Sementara itu dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal ketiga (Q3-2026) dari emiten-emiten big caps yang diharapkan dapat menopang kredibilitas pasar," tandasnya.
Ia menambahkan komitmen regulator dalam memperkuat tata kelola bursa dan transparansi investability menjadi aspek krusial untuk menjaga kepercayaan investor asing menjelang pengumuman indeks MSCI.
Related News
Pasokan Gas RI Turun, Importir Singapura ini Kaji Opsi Hukum
IHSG Senin Pagi Terkoreksi 0,28% ke 5.423, Simak Proyeksinya
Wall Street Tersungkur, IHSG Melejit
Timur Tengah Belum Reda, Perhatikan Saham Sektor ini
IHSG Rebound 4,9% Sepekan, Sudah Balik Arah atau Rawan? Awasi Kuncinya
Investor Cermati Kinerja Emiten Kuartal III





