Kebuntuan AS-Iran Dorong Brent Melambung di Atas USD91
:
0
Harga minyak mentah dunia memperpanjang kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu. (Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia memperpanjang kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu. Kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasokan akibat kebuntuan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan indikasi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah menguat di atas USD85 per barel, sementara minyak mentah Brent melonjak hingga di atas USD91 per barel. Ketegangan geopolitik di jalur distribusi utama tersebut menjaga risiko pasokan global tetap tinggi.
Presiden Donald Trump menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Teheran. Trump menyatakan bahwa blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap Iran masih tetap berlaku di kawasan tersebut.
Meskipun Trump mengklaim jalur air telah terbuka dan ranjau dibersihkan, risiko pengiriman di Selat Hormuz tetap membayangi dengan lalu lintas kapal yang masih terbatas. Pasukan Iran dilaporkan meningkatkan permusuhan selama sepekan terakhir, di mana tercatat delapan serangan terhadap kapal yang melintasi Hormuz sepanjang bulan ini, termasuk kapal yang terkait dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Dari dalam negeri Amerika Serikat, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah menyusut sebesar 328.000 barel pada minggu lalu. Penurunan persediaan ini terjadi setelah pada pekan sebelumnya sempat mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 9,07 juta barel.
Lonjakan harga minyak mentah dunia hingga melampaui USD91 per barel ini menjadi perhatian serius bagi perekonomian Indonesia. Kenaikan harga komoditas energi tersebut berpotensi memperbesar beban subsidi energi domestik serta memberikan tekanan terhadap inflasi dan nilai tukar Rupiah.(*)
Related News
Emas Anjlok ke Bawah USD4.350 Tertekan Obligasi Global
Investor Wait and See Risalah Fed dan Laporan Keuangan Peritel
SBN dan SRBI Laris, Utang LN Triwulan II 2026 Naik 4,4%
Besaran Nilai Pajak Perlu jadi Pertimbangan Saat Beli Mobil Hybrid
Tunda Rombak Total Saham Indonesia, FTSE Russell Beberkan Data Ini
Perkuat Jaringan Nasional, Citilink Terbangi 5 Kota Besar dari Bandung





