Kemenperin Pacu Kapasitas IKM Olahan Kopi Liberika Hasil Budidaya Petani di Kalsel
Kementerian Perindustrian memacu perkembangan olahan kopi Liberika di Kalimantan Selatan. dok. Kemenperin. Pelaku Bisnis.
Namun, dengan aroma khas buah seperti buah nangka dan rasanya yang tergolong unik, kopi ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi para penikmat kopi untuk mendapatkan pengalaman dan sensasi baru dalam meminum kopi.
Pemilik IKM eFGeeN Kopi Hirang, Yossie Simanjuntak menyampaikan, salah satu permasalahan yang dihadapi sebelum mendapatkan pendampingan melalui program DAPATI adalah tempat penyimpanan bubuk kopi berupa kaleng bekas kue kering, rawan terkontaminasi partikel-partikel debu, rambut dan partikel lainnya saat membuka penutup kaleng untuk pengambilan bubuk kopi.
Selain itu, belum dilakukan pengujian kualitas bubuk kopi berdasarkan standar SNI dan belum adanya penerapan GMP/CPPOB produk dan pengontrol kualitas produk. ***
Related News
Peluang Indonesia Jadi Pusat Kopi Dunia, Ini Fokus Pendekatan Mendag
Komitmen Pemerintah Tetap Jaga Independensi BI, Baca Argumen Purbaya
Kota Cirebon Siap Jadi Etalase Juga Penghubung Kopi Gunung Ciremai
Tanpa Juda Agung, RDG BI Putuskan BI Rate Tetap 4,75 Persen
Sumber Ketidakpastian, Isu Deputi Gubernur BI Bisa Kerek Premi Risiko
Pergantian Deputi Gubernur BI di Antara Nilai Tukar dan Independensi





