EmitenNews.com - Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat bergerak stabil pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Pergerakan ini melanjutkan tren positif setelah indeks utama Wall Street sukses mencatatkan rebound pada sesi sebelumnya dan mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Pada perdagangan reguler Rabu, Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,56 persen, S&P 500 naik 0,46 persen, dan Nasdaq Composite terkerek 0,45 persen.

Berdasarkan laporan Trading Economics, penguatan bursa AS didorong oleh kenaikan pada 10 dari 11 sektor S&P 500, yang dipimpin oleh sektor material, layanan komunikasi, dan perawatan kesehatan. Kenaikan ini terjadi seiring meredanya reli harga minyak serta lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang sempat menekan ekuitas sepanjang pekan.

Di ranah emiten, pergerakan harga saham berlangsung variatif merespons rilis kinerja keuangan. Saham Broadcom terkoreksi sekitar 1 persen akibat proyeksi pendapatan kuartal IV yang di bawah perkiraan pasar.

Sebaliknya, Hewlett Packard Enterprise anjlok lebih dari 5 persen meski realisasi laba dan pendapatannya melampaui estimasi. Sementara itu, saham perusahaan perangkat lunak Snowflake melesat 23 persen disokong oleh tingginya adopsi produk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Para pelaku pasar kini mencermati laporan keuangan kuartalan berikutnya dari sejumlah perseroan seperti Ciena, Zscaler, dan DocuSign.

Meredanya tekanan imbal hasil obligasi AS dan peningkatannya bursa saham Wall Street memberikan sentimen penenang bagi pasar keuangan Indonesia. Kondisi ini berpotensi meredam aksi jual asing (capital outflow) serta menjaga stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.(*)