EmitenNews.com - Kenaikan saham-saham sektor energi mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Senin (13/4/2026) sore. IHSG ditutup menguat 41,69 atau 0,56 persen ke posisi 7.500,19. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,11 poin atau 0,01 persen ke posisi 746,36.

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, IHSG dibuka melemah akibat naiknya kembali harga minyak mentah setelah negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran gagal mencapai kesepakatan. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan memblokade Selat Hormuz, yang selama ini dalam ‘penguasaan’ Iran.

Kegagalan negosiasi dan ancaman blokade Selat Hormuz oleh AS telah meredam harapan untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah dengan cepat. Situasi terbaru ini malah berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik dan memicu guncangan energi secara global.

Meski kemudian, pada akhir perdagangan sesi I dan perdagangan sesi II, IHSG berbalik bergerak ke teritori positif, didorong oleh kenaikan saham sektor energi, barang baku, dan dan industri, meskipun terjadi pelemahan pada sektor keuangan.

Bagusnya, meski dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Dari Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat, dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,55 persen. Kemudian diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 2,44 persen dan 2,08 persen.

Dua sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,91 persen, diikuti sektor kesehatan yang turun sebesar 0,17 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BAPA, CITY, DFAM, PSDN, dan ATAP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni APIC, OPMS, DIVA, LUCY, dan SHID.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.561.063 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 42,51 miliar lembar saham senilai Rp20,45 triliun. Sebanyak 397 saham naik, 264 saham menurun, dan 156 tidak bergerak nilainya. ***