Kesepakatan Diesel Rusia-AS Dorong Kenaikan Harga Emas
:
0
Harga emas terus melanjutkan tren penguatan hingga menembus level di atas USD4.200 per ons pada perdagangan hari Senin (12/10).
EmitenNews.com - Harga emas terus melanjutkan tren penguatan hingga menembus level di atas USD4.200 per ons pada perdagangan hari Senin (12/10). Kenaikan ini menandai penguatan harga logam mulia tersebut selama tiga sesi berturut-turut.
Penguatan harga emas didorong oleh penurunan harga minyak dunia seiring munculnya harapan baru terkait pasokan bahan bakar global. Penurunan harga minyak tersebut membantu meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan inflasi. Perkembangan ini terjadi setelah adanya kesepakatan pasokan energi antara Amerika Serikat dan Rusia.
Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Jumat (9/10) bahwa pemerintahannya telah mencapai kesepakatan agar Rusia memasok ratusan ribu ton diesel.
Langkah tersebut menandakan pencabutan sebagian larangan ekspor diesel dari Moskow. Selain itu, Presiden Donald Trump juga mengklaim bahwa pihak Rusia dan Ukraina telah menyetujui gencatan senjata energi yang berlaku secara efektif dan segera.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih terus membayangi pasar keuangan. Bandara utama Arab Saudi kembali menjadi sasaran serangan militan Houthi yang didukung Iran pada hari Minggu (11/10).
Serangan ini terjadi sehari setelah insiden serupa yang menewaskan 12 orang serta melukai lebih dari 300 orang. Maraknya aksi tersebut mendorong Presiden Donald Trump untuk mempertimbangkan langkah bergabung bersama Arab Saudi dalam tindakan balasan terhadap kelompok Houthi di Yaman.
Selain mencermati dinamika geopolitik dan pasar energi, para investor global kini menantikan rilis data inflasi penting Amerika Serikat pada pekan ini. Angka inflasi tersebut dinilai akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve, pada periode mendatang.(*)
Related News
Emas Antam Naik Rp2.000 per Gram Jelang Rilis Data Inflasi AS
Dolar AS Menguat Akibat Blokade Selat Hormuz
Wall Street Menguat Jelang Rilis Pendapatan Bank Besar
Serangan Bandara Riyadh Dorong Minyak Brent Naik ke USD105
Analis Ungkap Kinerja Perpajakan Jadi Angin Segar Kesehatan Fiskal RI
Siap Bawa Bank Jakarta-PAM Jaya IPO, Pramono Jamin Kendali Saham





